Home - Nusantara - Viral Video KA Berhenti Saat Yogyakarta Diguncang Gempa, KAI Pastikan Tak Ada KA yang Anjlok

Viral Video KA Berhenti Saat Yogyakarta Diguncang Gempa, KAI Pastikan Tak Ada KA yang Anjlok

Gempa bumi berkekuatan M6,4 mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.00.

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:15 WIB
Viral Video KA Berhenti Saat Yogyakarta Diguncang Gempa, KAI Pastikan Tak Ada KA yang Anjlok
Grafis gempa Megathrust Pacitan (Dok BMKG)

HALLONEWS.COM — Gempa bumi mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Data sementara menunjukkan, gempa lewat tengah malam ini berkekuatan M 6,4.

Seiring merebaknya informasi tentang gempa ini, beredar video yang menunjukkan rangkaian kereta api terpaksa berhenti di Yogyakarta karena ada gempa. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogya, Feni Novida Saragih menyatakan, gempa pada Jumat dini hari menyebabkan 14 kereta api di melakukan berhenti luar biasa (BLB) sementara di wilayah Daop 6 Yogya. Tindakan ini diambil sebagai langkah pemeriksaan kondisi prasarana dan sarana setelah terjadinya gempa.

Feni menegaskan tidak ada KA yang anjlok pada kejadian semalam. “Nggak ada KA anjlok, KA-nya berhenti karena sesuai prosedur saat terjadi gempa maka seluruh kereta api menghentikan operasional saat itu juga,” jelas Feni, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, tim lapangan KAI Daop 6 segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana dan sarana, meliputi jembatan, jalur rel, prasarana pendukung lainnya, serta kondisi rangkaian kereta api. “Pemeriksaan prasarana dan sarana pasca gempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan oleh KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni.

Sejumlah kereta yang terpaksa berhenti luar biasa (BLB) di antaranya KA Sancaka yang berhenti selama 39 menit, KA Jaka Tingkir 29 menit, dan KA Gajayana Tambahan yang berhenti 40 menit

Sebelumnya diberitakan, gempa pada Jumat dini hari berpusat di laut sekitar 90 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur. Gempa ini berpusat pada kedalaman 10 kilometer, mengindikasikan sebagai gempa dangkal yang seringkali terasa lebih kuat di permukaan.

Sejumlah warga di Kota Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul, hingga Pacitan melaporkan getaran terasa selama beberapa detik. Beberapa di antaranya memilih keluar rumah dan bangunan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Unggahan video warga di media sosial menunjukkan beberapa permukiman mengalami kerusakan pada atap dan dinding rumah, terutama di sejumlah desa terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut berpusat di wilayah selatan Jawa dan termasuk gempa tektonik. Hingga Jumat pagi, BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Episenter gempa terletak pada koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur atau di sebelah selatan Pacitan, Jatim. “Gempa dirasakan di sejumlah wilayah DIY dan Pacitan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi,” tulis BMKG melalui keterangan singkatnya.

“Gempa Pacitan tidak mencapai magnitudo 7,0, jika mencapai magnitudo 7,0 dapat berpotensi tsunami,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat (6/2/2026). Daryono menyatakan, gempa Pacitan yang terjadi merupakan jenis megathrust. “Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal,” papar Daryono.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa yang sangat dangkal (kedalaman sekitar 10 km) tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun getarannya terasa kuat di daratan. BMKG juga mencatat sejumlah gempa susulan di wilayah terdampak.

Di berbagai kota dan kabupaten, seperti Yogyakarta, Solo, Blitar dan Tulungagung, warga melaporkan getaran gempa yang berlangsung beberapa detik hingga menit, cukup kuat hingga mengguncang interior rumah dan furniture. Banyak yang keluar rumah untuk menjauhi risiko reruntuhan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Yogyakarta dan dan BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

Di Kabupaten Bantul, DIY, BPBD setempat mencatat sedikitnya 4 bangunan rusak terdiri atas tiga rumah tinggal dan satu tempat ibadah. Selain itu, 7 orang mengalami luka-luka akibat gempa. Korban telah dirawat di fasilitas kesehatan setempat.

Di Pacitan, laporan awal dari BPBD setempat menyebutkan adanya rumah warga yang runtuh sebagian, meskipun pendataan masih berlangsung dan jumlah kerusakan diperkirakan akan bertambah seiring laporan lapangan yang masuk.

BPBD Pacitan juga terus melakukan pemantauan intensif dan pengumpulan data awal terkait dampak gempa di berbagai wilayah, termasuk laporan struktur yang terdampak dan kebutuhan darurat warga.

PT KAI Daop 6 Yogyakarta juga telah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada infrastruktur rel dan operasional kereta api setelah gempa sempat menghentikan beberapa perjalanan sebagai bagian dari prosedur keselamatan. Kini, layanan kereta dinyatakan aman dan beroperasi normal kembali. (gaa)