Home - Megapolitan - Virus Nipah Jadi Atensi Global, Pemkot Bekasi Fokus Penguatan Tenaga Medis

Virus Nipah Jadi Atensi Global, Pemkot Bekasi Fokus Penguatan Tenaga Medis

Pemkot Bekasi meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah yang jadi atensi global. Dinkes fokus penguatan tenaga medis dan mitigasi tanpa panik.

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:00 WIB
Virus Nipah Jadi Atensi Global, Pemkot Bekasi Fokus Penguatan Tenaga Medis
Ilustrasi Virus Nipah. Foto/Humas BRIN

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Nipah yang kini menjadi perhatian global.

Bekasi menyiapkan langkah antisipatif dengan pendekatan preventif tanpa memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini mengatakan pihaknya tengah mengkaji penerbitan Surat Edaran (SE) sebagai pedoman kewaspadaan bagi warga. Namun, kebijakan tersebut masih menunggu arahan teknis lanjutan dari pemerintah pusat.

“Kita mungkin nanti akan bikin Surat Edaran, tapi masih melihat dulu kebijakan dari Pemerintah Pusat seperti apa penyesuaiannya. Kami tidak ingin langkah ini justru membuat masyarakat takut,” ujar Satia, Jumat (6/2/2026).

Dia menjelaskan, Virus Nipah memiliki karakteristik berbeda dibandingkan virus pada umumnya. Infeksi yang ditimbulkan dapat menyerang sistem saraf manusia dan berpotensi menimbulkan gangguan neurologis serius.

“Efek virus ini menyerang susunan saraf, sehingga menyebabkan gangguan saraf. Ini yang membedakan dengan virus-virus lainnya,” jelasnya.

Meski ancamannya dinilai serius, hingga kini Virus Nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia. Karena itu, Dinkes Kota Bekasi menegaskan fokus mitigasi masih diarahkan pada penguatan internal sistem kesehatan daerah.

Beberapa langkah yang telah disiapkan meliputi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi dini, penguatan surveilans wilayah, serta penyusunan materi edukasi publik yang akurat dan menenangkan.

“Virusnya sementara masih belum masuk ke Indonesia. Mitigasi kita saat ini adalah penguatan tenaga kesehatan terlebih dahulu,” tambahnya.

Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan menyusul merebaknya kasus Virus Nipah di India, serta adanya pemantauan di sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan fasilitas dan sumber daya kesehatan menghadapi berbagai kemungkinan.

Satia mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta mengikuti informasi resmi dari kanal pemerintah guna menghindari simpang siur informasi. “Warga Bekasi tetap tenang dan menunggu arahan resmi dari pemerintah,” tandasnya. (dul)