Home - Nasional - “Riksa Wisesa” Tandai Langkah Awal Museum Pajajaran

“Riksa Wisesa” Tandai Langkah Awal Museum Pajajaran

Kawasan bersejarah Batutulis, Bogor, mendapat perhatian serius dari Menteri Kebudayaan RI sebagai langkah awal aktivasi Museum Pajajaran.

Jumat, 6 Februari 2026 - 6:00 WIB
“Riksa Wisesa” Tandai Langkah Awal Museum Pajajaran
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi kawasan bersejarah Batutulis, Bogor. Foto: Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.COM — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membuka kegiatan Riksa Wisesa: Jejak Pajajaran—Kuasa, Pusaka, dan Ajaran Sunda dalam pameran keris dan kujang di Bumi Ageung Batutulis, Kamis (5/2/2026).

Pameran ini menjadi langkah awal aktivasi Museum Pajajaran sebagai pusat budaya sekaligus pusat informasi dan kegiatan edukatif bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, budaya, serta peradaban Sunda yang kaya.

Sebanyak 60 koleksi ditampilkan dalam pameran tersebut, yang juga dilengkapi bursa kujang dan keris hingga 9 Februari 2026.

Fadli Zon mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud semangat bersama untuk menjadikan kawasan bersejarah dan monumental Prasasti Batutulis sebagai Museum Pajajaran. Aktivasi tersebut diawali melalui pameran dan secara bertahap dikembangkan menjadi pusat kantong budaya.

Di kawasan Prasasti Batutulis yang terintegrasi dengan Museum Pajajaran ini, lanjut Fadli Zon, juga akan dibangun sebuah amfiteater sebagai ruang terbuka untuk ekspresi budaya.

“Kita akan membantu penataan museum agar lebih besar lagi. Insyaallah, artefaknya pelan-pelan kita isi. Saya juga akan menyumbang, seniman dan budayawan pun bisa ikut berkontribusi, dan semuanya akan dikurasi dengan baik,” ujarnya.

Menurut Fadli Zon, Tanah Sunda memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, namun belum sepenuhnya terinformasikan dan terhimpun secara terintegrasi.

“Ke depan, kawasan ini juga dapat dikembangkan dengan berbagai ekspresi budaya lain, seperti wayang, angklung, dan bentuk warisan budaya tak benda lainnya. Dengan demikian, kita akan memiliki ruang pamer yang utuh. Saat ini masih tahap awal sebagai etalase kujang dan keris Pasundan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan Menteri Kebudayaan beserta jajaran dalam mendukung pendirian Museum Pajajaran.

“Ini bukan hanya mengukir sejarah, tetapi juga berada di tempat yang memang bersejarah. Kita memiliki Prasasti Batutulis sebagai penanda bahwa di sinilah pernah berkembang pusat kebudayaan dan kesenian masyarakat Sunda yang maju, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga di berbagai bidang lainnya,” ungkap Dedie.

Dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, Prasasti Batutulis dan Museum Pajajaran yang telah terintegrasi diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi mendatang.

“Sehingga generasi muda semakin mengenal budaya Sunda, kesenian Sunda, serta berbagai karya dan warisan para tokoh besar di masa lalu,” tutup Dedie Rachim. (opy)