Home - Megapolitan - Terharu Dikunjungi Ketua YKI Kota Bogor, Asmah Tumpahkan Perasaan Tanpa Suara

Terharu Dikunjungi Ketua YKI Kota Bogor, Asmah Tumpahkan Perasaan Tanpa Suara

Banjir masih melanda Kabupaten Bekasi, 9.532 kepala keluarga terdampak dan 1.040 jiwa mengungsi di 67 titik lokasi. Simak kondisi terkini dari BPBD Bekasi.

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:16 WIB
Terharu Dikunjungi Ketua YKI Kota Bogor, Asmah Tumpahkan Perasaan Tanpa Suara
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor Yantie Rachim, mengunjungi penderita kanker, dalam rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia tingkat Kota Bogor, Rabu (4/2/2026). Foto: Humas Pemkot Bogor

HALLONEWS.COM – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, dan angin puting beliung masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi hingga Kamis (5/2/2026). Sebanyak 9.532 kepala keluarga (KK) terdampak dan 1.040 jiwa masih mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan berdasarkan laporan terbaru hingga siang ini, bencana masih terjadi di 67 titik lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan, baik wilayah pesisir maupun daratan tengah Bekasi.

“BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pendataan, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Paling parah wilayah utara Bekasi,” kata Muchlis, Kamis (5/2/2026).

Banjir mendominasi jenis bencana dengan ketinggian muka air (TMA) antara 5 sentimeter hingga 85 sentimeter di Desa Buni Bakti, Muara Bakti, Hurip Jaya, Pantai Hurip, Pantai Harapan Jaya, Jayasakti, Lenggahsari, Jayalaksana, Sindangjaya, Sindangsari, serta Setialaksana

Selain banjir, BPBD juga mencatat kejadian longsor di beberapa titik, seperti Kelurahan Kebalen, Desa Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam, Jayasampurna, dan Karangsatria. Sementara itu, angin puting beliung dilaporkan di Desa Srimukti yang menyebabkan kerusakan permukiman warga.

BOGOR
Ketua YKI Kota Bogor, Yantie Rachim, didampingi para pengurus, mengunjungi pasien kanker di Kota Bogor, Jabar. Foto: Humas Pemkot Bogor

Dampak bencana tidak hanya dirasakan pada permukiman, tetapi juga sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 6.487 hektare lahan pertanian terdampak akibat genangan banjir dan cuaca ekstrem.

Untuk penanganan warga terdampak, BPBD Kabupaten Bekasi telah membuka dua lokasi pengungsian di Kecamatan Babelan di SDN 04 Buni Bakti dan Masjid Al-Hidayah di Kampung Tambun Magih, Desa Buni Bakti. Di lokasi tersebut tercatat 822 KK atau 1.040 jiwa mengungsi

Muchlis menambahkan, penanganan bencana melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya BPBD Kabupaten dan Provinsi, TNI, Polri, Brimob, Dinas Sosial, Tagana, PMI, BBWS Citarum, BBWS Ciliwung Cisadane, hingga relawan kebencanaan.

BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada serta mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (dul)