Tramadol Ilegal Merajalela di Tanah Abang, Legislator PDIP Desak Polisi Bertindak Tegas
Maraknya penjualan Tramadol ilegal di Tanah Abang dinilai kalangan DPRD DKI Jakarta sebagai kondisi darurat yang mengancam keselamatan warga dan masa depan generasi muda.

HALLONEWS.COM– Maraknya penjualan Tramadol ilegal di Tanah Abang dinilai kalangan DPRD DKI Jakarta sebagai kondisi darurat yang mengancam keselamatan warga dan masa depan generasi muda.
Celakanya, praktik jual beli ilegal tersebut dilakukan secara terang-terangan.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menyebut situasi tersebut sebagai ancaman serius bagi ketertiban sosial dan masa depan generasi muda.
“Maraknya peredaran Tramadol ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan alarm kehancuran moral dan kesehatan publik,” katanya kepada wartawan Rabu (4/2/2026).
Legislator Fraksi PDIP itu mendesak aparat kepolisian bertindak cepat dan tanpa kompromi guna memutus mata rantai peredaran obat keras yang telah meresahkan warga.
“DPRD memiliki keterbatasan kewenangan untuk turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Namun demikian, ia memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan dan menyerahkan sepenuhnya tindakan hukum kepada kepolisian sebagai garda terdepan penegakan aturan.
Ia secara khusus meminta Polres Metro Jakarta Pusat mengambil langkah represif dan terukur terhadap para pelaku penjualan ilegal.
Penindakan tegas, menurutnya, menjadi kunci untuk menimbulkan efek jera dan memulihkan rasa aman masyarakat.
“Penangkapan, penindakan hukum, hingga pembukaan kasus ke publik dinilai perlu dilakukan secara transparan,” tegasnya.
Lebih jauh, Pandapotan menilai pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang tak bisa dilakukan secara parsial.
Diperlukan sinergi lintas sektor, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga institusi kesehatan, karena persoalan ini menyangkut keselamatan dan masa depan warga Jakarta.
Selain penindakan, ia juga mengajak masyarakat memperkuat benteng sosial melalui pola hidup sehat dan kegiatan positif.
“Olahraga, aktivitas sosial, serta menjauhi narkoba disebut sebagai langkah preventif yang sejalan dengan seruan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif,” pungkasnya. (fer)
