Home - Nasional - Ancaman Narkoba Meningkat, DPR Nilai Anggaran BNN Perlu Diperkuat

Ancaman Narkoba Meningkat, DPR Nilai Anggaran BNN Perlu Diperkuat

Ancaman narkoba yang kian masif mendorong Komisi III DPR RI lintas fraksi mendesak penguatan anggaran BNN demi memperkuat perang melawan peredaran gelap narkotika.

Rabu, 4 Februari 2026 - 8:00 WIB
Ancaman Narkoba Meningkat, DPR Nilai Anggaran BNN Perlu Diperkuat
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman memimpin rapat dengar pendapat bersama BNN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan. Foto: Tangkapan layar YouTube TV Parlemen

HALLONEWS.COM – Sejumlah anggota Komisi III DPR RI lintas fraksi sepakat mendorong penguatan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penambahan anggaran. Dorongan ini muncul seiring meningkatnya ancaman narkoba yang dinilai semakin masif, modern, dan terorganisasi.

Para legislator menilai, negara harus hadir lebih kuat dalam perang melawan peredaran gelap narkotika agar tidak kalah dari jaringan kejahatan yang terus berkembang.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menyatakan dukungannya terhadap usulan kenaikan anggaran BNN. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Kepala BNN Suyudi Ario Seto, lembaga tersebut dapat tampil lebih efektif dalam membongkar jaringan narkoba.

“Kita dukung saja. Dengan kepemimpinan Pak Suyudi, BNN harus makin kuat dalam memberantas narkoba di republik ini,” ujar Habib Aboe dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI bersama BNN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).

Dukungan serupa disampaikan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah yang akrab disapa Gus Abduh. Ia bahkan mengusulkan agar anggaran BNN dinaikkan hingga Rp5 triliun.

Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut merupakan investasi strategis untuk menyelamatkan dan mencerdaskan generasi muda dari ancaman narkoba yang kini semakin sistematis.

“Narkoba terus berkembang dan menyasar anak muda. Negara tidak boleh kalah,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan, menyebut narkoba sebagai bahaya laten yang mengancam masa depan bangsa. Ia menilai dukungan anggaran besar bagi BNN merupakan langkah strategis yang harus diambil secara bersamaan dengan penguatan program pemberantasan narkotika.

“Kami di Fraksi Demokrat sangat mendukung kenaikan anggaran ini,” ucapnya.

Senada, anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menekankan bahwa penguatan BNN tidak hanya diperlukan dari sisi anggaran, tetapi juga sumber daya manusia serta peralatan penunjang.

“BNN harus diperkuat dari sisi anggaran, sumber daya manusia, dan peralatan. Saya berharap negara dapat memperhatikan suara dan aspirasi ini,” pungkasnya. (fer)