Efisiensi Jadi Kunci, Ini Strategi BNN Hadapi Anggaran 2026 yang Menyusut
Sepanjang 2025, BNN mengungkap 773 kasus narkotika dan membongkar 63 jaringan nasional dan internasional.

HALLONEWS.COM – Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto memaparkan capaian kinerja sekaligus tantangan BNN dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
Dalam forum tersebut, Suyudi juga mengungkapkan rencana kerja BNN tahun anggaran 2026.
Ia menjelaskan, pada 2025 BNN mengelola anggaran sebesar Rp3,21 triliun dengan tingkat realisasi mencapai 96,89 persen.
“Meski terdapat blokir anggaran perjalanan dinas dan belanja modal sekitar Rp67,71 miliar, realisasi tersebut dinilai berhasil menopang kinerja lembaga dalam pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya, Selasa (3/2/2026).
Selain itu, di bidang pencegahan, kata Suyudi, BNN membentuk 1.910 remaja sebagai pendidik sebaya anti narkoba, mengembangkan program Sekolah Bersinar di ratusan SMP dan SMA, serta memperkuat ketahanan keluarga anti narkoba pada ribuan keluarga dan ratusan desa.
“BNN juga mengintegrasikan kurikulum anti narkotika bersama Kemendikdasmen melalui penguatan pendidikan karakter, yang menjadi bagian dari program unggulan Ananda Bersinar,” ujarnya.
Pada sektor pemberdayaan masyarakat, BNN menjalankan program alternatif development di kawasan rawan narkotika.
“Salah satu contohnya di Gayo Lues, Aceh, di mana masyarakat beralih dari menanam ganja ke komoditas kopi yang berdampak pada peningkatan ekonomi lokal,” jelas Suyudi.
Sementara itu, di bidang rehabilitasi, BNN membentuk ratusan unit intervensi berbasis masyarakat, melatih ribuan agen pemulihan, serta memperkuat lembaga rehabilitasi mitra.
“Atas inovasi layanan rehabilitasi ramah anak, BNN meraih penghargaan nasional pada akhir 2025,” ucapnya.
Tak hanya itu, dalam upaya pemberantasan, Suyudi menuturkan, BNN mengungkap 773 kasus narkotika sepanjang 2025, membongkar 63 jaringan nasional dan internasional, serta menyita barang bukti narkoba dalam jumlah besar.
BNN juga memusnahkan puluhan hektare ladang ganja dan mengungkap tindak pidana pencucian uang dengan nilai aset ratusan miliar rupiah.
BNN turut membentuk Satuan Tugas Operasi Pemberantasan Kampung Rawan Narkoba yang menyasar puluhan titik di berbagai daerah.
Operasi ini berhasil menyita narkotika, senjata, hingga aset dengan total nilai ratusan miliar rupiah, sekaligus mendorong pemulihan sosial di wilayah terdampak.
Namun demikian, Suyudi mengakui masih terdapat tantangan serius, mulai dari keterbatasan jumlah BNN kabupaten dan kota, belum optimalnya integrasi lintas sektor, hingga keterbatasan sumber daya rehabilitasi di daerah.
Ia juga menyoroti perbedaan persepsi penegakan hukum pasca pemberlakuan KUHP baru.
“Untuk 2026, BNN hanya memperoleh anggaran Rp1,51 triliun atau turun 52,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Kondisi ini, menurut Suyudi, menuntut efisiensi dan penguatan strategi melalui pendekatan War on Drugs for Unity, dengan fokus pada pencegahan dini, rehabilitasi berbasis komunitas, pemberantasan jaringan terintegrasi, transformasi digital, serta penguatan kelembagaan. (fer)
