Home - Nasional - Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Sederhana, Bersahaja, dan Teguh Dalam Prinsip

Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Sederhana, Bersahaja, dan Teguh Dalam Prinsip

Meri lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, saat Indonesia masih berada di bawah pendudukan Hindia Belanda. Dia berasal dari keluarga terpandang, ayahnya dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan ibunya Jeanne Reyneke van Stuwe.

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:47 WIB
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Sederhana, Bersahaja, dan Teguh Dalam Prinsip
Meriyati Roeslani. Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Istri Kapolri kelimaJenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal dunia pada usia 100 tahun.

Meri Hoegeng tutup usia di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/2/2026). Meri Hoegeng sempat dirawat intensif di RS Polri sebelum mengembuskan napas terakhir.

Meri lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, saat Indonesia masih berada di bawah pendudukan Hindia Belanda. Dia berasal dari keluarga terpandang, ayahnya dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan ibunya Jeanne Reyneke van Stuwe. Meri memiliki darah campuran Indonesia dan Belanda.

Pada usia muda, hidupnya berubah ketika dia bertemu Hoegeng Iman Santoso, seorang perwira yang kelak menjadi salah satu tokoh paling legendaris dalam kepolisian Republik Indonesia. Kisah cinta mereka bersemi di tahun-tahun awal kemerdekaan.

Pada 31 Oktober 1946, Meri menikah dengan Hoegeng di Yogyakarta. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga anak, dua putri dan satu putra yang menjadi kebanggaan keluarga.

Sebagai pendamping suami, Meri menjalani peran yang jauh lebih dari sekadar figur di belakang. Dia berada di sisi Hoegeng selama berbagai penugasan dinas, dari Medan hingga Jakarta, dan menyaksikan langsung perjuangan sang suami dalam menjaga integritas dan profesionalisme di institusi kepolisian.

Keteladanan Hoegeng dalam menolak gratifikasi dan komitmennya terhadap nilai antikorupsi juga tercermin dalam kehidupan keluarga mereka, di mana Meri berperan sebagai penopang moral dan spiritual.

Nilai-nilai luhur itu kemudian menjadi ciri khas kehidupan Meri, seorang figur yang sederhana, bersahaja, dan teguh dalam prinsipnya meski berada dalam lingkungan pejabat negara. Sosoknya mendapat pengakuan publik dan penghormatan dari berbagai tokoh bangsa.

Syukuran 100 Tahun Usia Meriyati

Ketika dia mencapai usia 100 tahun pada 23 Juni 2025, acara syukuran digelar di kediamannya di Depok, Jawa Barat. Acara ini menjadi refleksi perjalanan panjang hidupnya, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional seperti Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pada momen penting tersebut juga diluncurkan buku biografi berjudul Meriyati Hoegeng, 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian, yang menggambarkan seluruh perjalanan hidupnya bersama keluarga, cinta, pengabdian, serta nilai-nilai yang ia bangun sepanjang hidupnya.

Namun perjalanan hidup Meriyati Hoegeng tidak hanya diisi oleh kebahagiaan. Dia juga mengalami masa-masa duka bersama Hoegeng hingga sang suami tutup usia. Meski demikian, komitmen hidup dan semangatnya tetap utuh hingga akhir hayat. (min)