Home - Megapolitan - Banjir Tak Kunjung Usai, Dewan Soroti Bobroknya AMDAL dan Tata Ruang di Jakarta

Banjir Tak Kunjung Usai, Dewan Soroti Bobroknya AMDAL dan Tata Ruang di Jakarta

Akar masalah banjir Jakarta bukan semata curah hujan, melainkan lemahnya pengelolaan Amdal dan karut marutnya penataan tata ruang.

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:05 WIB
Banjir Tak Kunjung Usai, Dewan Soroti Bobroknya AMDAL dan Tata Ruang di Jakarta
Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. (Hallonews/Anjasmoro)

HALLONEWS.COM – Sorotan keras kembali diarahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta kepada Pemerintah Provinsi terkait persoalan banjir yang terus berulang saban tahun.

Dewan menilai akar masalah bukan semata curah hujan, melainkan lemahnya pengelolaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan carut-marutnya penataan tata ruang.

Menurut kalangan legislatif, penerbitan AMDAL dan kebijakan tata ruang di Jakarta masih cenderung longgar dan tidak seimbang dengan kapasitas lingkungan.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan mengatakan pembangunan gedung dan hunian bertingkat terus digenjot, namun tidak dibarengi kesiapan sistem drainase yang memadai.

Akibatnya, daya tampung air kerap jebol dan limpasan air meluas ke badan jalan hingga permukiman warga.

“Air akhirnya meluber ke jalan dan memicu banjir di banyak titik,” katanya kepada wartawan Selasa (3/2/2026).

Judistira yang akrab disapa Wawan itu menegaskan, kekacauan AMDAL dan tata ruang tak hanya melahirkan banjir, tetapi juga memperparah persoalan kemacetan.

Ia menilai, pembangunan yang tak terkendali tanpa perencanaan lingkungan yang matang telah menumpuk masalah baru bagi Jakarta.

“Selama AMDAL dan tata ruang tidak dibenahi secara serius, banjir dan macet akan terus jadi masalah tahunan,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut.

Pandangan senada disampaikan Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menekankan pentingnya perubahan pendekatan Pemprov DKI dalam menangani banjir.

Menurut Lukmanul, penanganan banjir semestinya bertumpu pada strategi pencegahan, bukan sekadar penanganan darurat saat bencana sudah terjadi.

Kuncinya terletak pada pengelolaan AMDAL dan penataan ruang yang lebih cermat, tegas, dan berorientasi jangka panjang.

“Kalau sejak awal AMDAL dan tata ruang ditata dengan teliti, penanganannya akan lebih efektif dan efisien,” pungkasnya. (ALS)