Home - Megapolitan - Jakarta Nyaris Lumpuh! 25 Juta Kendaraan Menguasai Jalan, Kepatuhan Pengendara Disorot

Jakarta Nyaris Lumpuh! 25 Juta Kendaraan Menguasai Jalan, Kepatuhan Pengendara Disorot

Jumlah kendaraan di Jakarta tembus 25 juta unit. Polda Metro Jaya soroti rendahnya kepatuhan pengendara dan gencarkan Operasi Keselamatan Jaya 2026.

Selasa, 3 Februari 2026 - 8:15 WIB
Jakarta Nyaris Lumpuh! 25 Juta Kendaraan Menguasai Jalan, Kepatuhan Pengendara Disorot
Kendaraan melaju di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Jumlah kendaraan di Jakarta saat ini tembus 25 juta unit. Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Kepadatan lalu lintas di Jakarta kian menjadi tantangan serius. Polda Metro Jaya mencatat jumlah kendaraan yang terdaftar dan beroperasi di wilayah Jakarta telah menembus angka 25 juta unit, namun belum sejalan dengan tingkat kepatuhan para pengendara di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengungkapkan, besarnya jumlah kendaraan tersebut tidak dibarengi dengan kesadaran berlalu lintas yang memadai. Kondisi ini dinilai berkontribusi terhadap tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Selain jumlah kendaraan yang masif, pertumbuhan kendaraan di Jakarta juga tergolong tinggi.

Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 732 ribu kendaraan baru terdaftar, baik roda dua maupun roda empat. Lonjakan ini semakin memperberat beban ruas jalan ibu kota.

“Untuk menekan pelanggaran sekaligus menurunkan angka kecelakaan, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026. Operasi ini difokuskan pada penindakan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” kata Komarudin, Selasa (3/2/2026).

Sebanyak 2.939 personel gabungan dikerahkan dan disebar di berbagai titik rawan pelanggaran dan kecelakaan di seluruh wilayah Jakarta.

Penempatan personel dilakukan secara strategis guna mencegah perilaku berkendara yang berisiko tinggi.

Polda Metro Jaya juga terus mengandalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) dalam penegakan hukum lalu lintas.

“Kamera e-TLE disebut akan menindak semua pelanggar tanpa pandang bulu, termasuk kendaraan dinas milik instansi pemerintah, TNI, maupun Polri,” ungkapnya.

Selain penindakan, optimalisasi teknologi juga menjadi kunci penguraian kemacetan. Melalui program Mandala Quick Respons, ribuan kamera CCTV dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mempercepat respons petugas di lapangan.

Program kolaborasi antara Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta ini terbukti mampu mempercepat penanganan kemacetan, kecelakaan, hingga kondisi darurat. Personel dapat digeser lebih cepat ke titik kepadatan, sehingga arus lalu lintas kembali normal dalam waktu singkat.

Jumlah Kecelakaan Meningkat

Komarudin menyebut angka kecelakaan lalu lintas di tahun 2025 masih tinggi. Salah satu penyebabnya lantaran masih banyaknya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan para pengendara.

Ribuan kamera juga tersebar di Jakarta untuk memantau situasi arus lalu lintas. Kamera tersebut juga berfungsi sebagai respon cepat Polantas terkait peristiwa yang terjadi, dalam hal ini diwujudkan dalam program ‘Mandala Quick Respons’.

“Pemanfaatan Mandala Quick Respons terbukti mampu mengurai kemacetan. Kita akan memantau ruas-ruas jalan yang memang saat itu terjadi kepadatan. Sehingga kami bisa dengan cepat menggeser personil-personil kami kepada titik-titik yang memang membutuhkan penanganan segera,” imbuhnya.

Mandala Quick Response adalah program kolaborasi Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta untuk pemantauan lalu lintas real-time menggunakan ribuan CCTV, bertujuan mempercepat respons darurat (ambulans, derek) dan penanganan kemacetan dengan mengoptimalkan jalur melalui posko kendali terpadu dan operator gabungan (Polri, Dishub, Satpol PP) untuk menciptakan rute bebas hambatan.

Komarudin menambahkan, program Mandala Quick Respons juga berdampak pada penguraian kepadatan arus lalu lintas. Dia menyebut program ini mampu mengurai dan menurunkan kemacetan di Jakarta pada tahun 2025.

“Dengan aplikasi ini, kita menggeser personel ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kita bisa satu jam lebih cepat mengembalikan masyarakat ke alamat masing-masing, ke rumah masing-masing. Sehingga Jakarta bisa kita urai di pukul 20.30 sampai dengan 21.30,” pungkasnya. (min)