Seorang Warga Tewas di Lokasi Tambang Emas Mandailing Natal, Korban Tertimbun Tanah Longsor
Seorang warga tewas di lokasi tambang emas tradisional di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Sabtu (31/1/2026).

HALLONEWS.COM – Insiden tanah longsor terjadi di lokasi tambang emas tradisional di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Sabtu (31/1/2026) sore. Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka berat.
Musibah ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, ketika tebing di area penambangan emas di kawasan Desa Huta Dangka, Kecamatan Kotanopan mendadak runtuh dan menimpa tiga orang yang sedang berada di sekitar area galian.
Korban meninggal dunia telah diidentifikasi sebagai Hartono (40), seorang petani setempat. Dua korban lainnya, Masdi (50) dan Ahmad Sarif (28), mengalami luka serius di bagian kaki akibat tertimbun material longsor, dan saat ini dirawat di Puskesmas Kotanopan.
Menurut saksi dan pihak kepolisian, ketiga korban bukan merupakan operator alat berat. Mereka adalah warga yang berada di lokasi ketika tebing runtuh.
Kapolsek Kotanopan bersama personel dari Polres Mandailing Natal langsung turun ke lokasi untuk proses evakuasi dan penanganan awal. Korban tewas dibawa ke rumah duka, sementara dua korban lain diberikan perawatan medis.
Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy menjelaskan, peristiwa itu terjadi di dekat dan jauh dari pemukiman warga. Saat itu, tiga warga Desa Hutadangka sedang berada lokasi kejadian. “Tiba-tiba tebing galian tambang mengalami longsor dan material tanah serta batu menimpa korban,” kata Bagus Priandy, Senin (2/2/2026).
Penambangan emas di Mandailing Natal merupakan kegiatan yang dilakukan oleh banyak warga setempat. Tepat setahun lalu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mandailing Natal (Madina) melakukan penertiban aktivitas pertambangan emas tanpa izin (Peti) di wilayah Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal.
Penertiban tersebut dipimpin Kapolres Madina, Kapolsek Kotanopan, beserta aparat Koramil 14 Kotanopan, dan Pemkab Madina.
Kapolres Madina mengatakan setiap lokasi Peti di Kabupaten ini akan dilakukan reklamasi dan kemudian akan ditanami jagung untuk mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam penertiban tersebut, aparat juga mengajak masyarakat untuk merawat dan menjaga lahan tersebut. Institusi Polri, TNI, dan Pemkab Madina sudah berkomitmen agar tidak ada lagi penambangan tanpa izin.
Bahkan Kapolsek Madina sesumbar akan mendirikan posko untuk memantau agar tidak ada lagi aktivitas penambangan tanpa izin. (gaa)
