Home - Ekonomi & Bisnis - ANTAM Gandeng Industri Baterai Indonesia dan Investor Hong Kong Kembangkan Hilirisasi Nikel

ANTAM Gandeng Industri Baterai Indonesia dan Investor Hong Kong Kembangkan Hilirisasi Nikel

PT Aneka Tambang Tbk menandatangani Framework Agreement bersama PT Industri Baterai Indonesia dan HYD Investment Limited pada 30 Januari 2026 sebagai bagian dari rencana pengembangan hilirisasi nikel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kerja sama ini merupakan bagian dari inisiatif pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam...
Senin, 2 Februari 2026 - 18:06 WIB
ANTAM Gandeng Industri Baterai Indonesia dan Investor Hong Kong Kembangkan Hilirisasi Nikel
ilustrasi produk Antam (dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – PT Aneka Tambang Tbk menandatangani Framework Agreement bersama PT Industri Baterai Indonesia dan HYD Investment Limited pada 30 Januari 2026 sebagai bagian dari rencana pengembangan hilirisasi nikel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kerja sama ini merupakan bagian dari inisiatif pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai.

Framework Agreement tersebut mengatur ketentuan-ketentuan utama kerja sama para pihak, termasuk ruang lingkup pengembangan proyek hilirisasi nikel terintegrasi, prinsip tata kelola kerja sama, tahapan pengembangan proyek, serta kerangka pengaturan teknis dan finansial yang akan dikaji lebih lanjut melalui studi kelayakan bersama.

Perjanjian ini masih bersifat kerangka awal dan pelaksanaan kerja sama selanjutnya akan bergantung pada pemenuhan kondisi prasyarat serta penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif di tahap berikutnya.

Perseroan menegaskan bahwa Framework Agreement ini belum berlaku efektif pada tanggal penandatanganan dan baru akan berlaku setelah seluruh kondisi prasyarat yang tercantum di dalam perjanjian tersebut terpenuhi.

PT Aneka Tambang Tbk merupakan perusahaan pertambangan terdiversifikasi yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran mineral alam.

Sebagai anggota MIND ID selaku BUMN Holding Industri Pertambangan, ANTAM memiliki kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal dan berorientasi ekspor, dengan komoditas utama meliputi bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, dan batubara.

Dengan wilayah operasi yang tersebar di berbagai daerah mineral strategis di Indonesia, ANTAM juga menjalin berbagai usaha patungan dengan mitra internasional untuk mengoptimalkan cadangan dan sumber daya mineral yang dimiliki.

Saham ANTM ditutup di level 3.700 dengan kinerja mingguan terkoreksi 22,27%, sementara secara bulanan masih mencatat kenaikan 17,46%. Dalam horizon tiga bulan, saham ini menguat 19,03%, sedangkan secara tahunan melonjak signifikan sebesar 166,19%. Dalam jangka lebih panjang, kinerja saham ANTM mencatat kenaikan 56,12% dalam tiga tahun dan 42,31% dalam lima tahun terakhir.

Analisis Yesinves

Daya tarik utama ANTM saat ini terletak pada lonjakan kinerja laba yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada tahun 2019 laba bersih ANTAM masih berada di kisaran Rp191 miliar, maka pada tahun 2025 laba perusahaan melonjak tajam hingga sekitar Rp8 triliun.

Kenaikan laba yang agresif ini mencerminkan keberhasilan strategi hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas, sehingga kerja sama pengembangan hilirisasi nikel dan ekosistem baterai berpotensi menjadi katalis lanjutan bagi pertumbuhan fundamental ANTM dalam jangka menengah hingga panjang.(Adi Prasetya Teguh / Research Analyst Yes Invest)

 

Disclaimer : Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.