Danantara Mulai Masuk Pasar Modal, Pemerintah Optimistis IHSG Kembali Menguat
Danantara mulai menempatkan dana investasi di pasar modal Indonesia secara bertahap. Pemerintah optimistis langkah ini mampu mendorong penguatan IHSG dan meningkatkan kepercayaan investor pada awal 2026.

HALLONEWS.COM – Danantara akan mulai menempatkan dana investasinya di pasar modal Indonesia mulai pekan depan.
Penempatan dana dilakukan secara bertahap melalui sejumlah manajer investasi yang telah ditunjuk, sebagai langkah awal strategi Danantara dalam mengelola portofolio investasinya di pasar domestik.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat peluang valuasi yang dinilai menarik pada sejumlah saham, di tengah kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang masih relatif kuat.
Ia menuturkan, Danantara akan berperan aktif sebagai investor sejak pembukaan perdagangan pada awal pekan depan. Aktivitas investasi tersebut dilakukan langsung di pasar modal melalui mekanisme yang telah dipersiapkan.
Pandu juga mengungkapkan bahwa Danantara telah memulai aktivitas investasinya sejak akhir Desember 2025 dan secara konsisten meningkatkan porsi penempatan dana dari hari ke hari. Proses tersebut masih terus berjalan hingga saat ini, termasuk dalam beberapa hari terakhir.
Pada fase awal, Danantara memilih menyalurkan investasinya melalui manajer investasi guna menjaga pengelolaan risiko dan efektivitas portofolio.
Strategi ini direncanakan berlangsung selama enam bulan ke depan sebelum dilakukan peninjauan lebih lanjut. Namun, hingga kini Danantara belum mengungkapkan besaran dana maupun sektor dan emiten yang menjadi sasaran investasi.
Masuknya Danantara ke pasar modal sejalan dengan keyakinan pemerintah terhadap prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa IHSG akan bergerak positif pada awal Februari 2026 dan menepis kekhawatiran akan terjadinya gejolak lanjutan di pasar.
Ia menilai kekhawatiran investor sebelumnya lebih disebabkan oleh dinamika di internal Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, langkah cepat otoritas pasar modal dalam menunjuk pejabat pengganti dinilai mampu menjaga stabilitas dan memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan normal.
Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dan berpotensi terus membaik. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat didorong mendekati 6 persen, seiring dengan meningkatnya kinerja dan laba perusahaan tercatat di bursa.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan komitmen BEI untuk memperkuat posisi pasar modal Indonesia agar sejajar dengan bursa global. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan transparansi dan penerapan tata kelola yang lebih baik.
Jeffrey menyebutkan bahwa BEI telah menjalin komunikasi dengan sejumlah penyedia indeks global untuk merespons berbagai masukan, termasuk terkait isu free float yang sebelumnya menjadi perhatian pasar.
Sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan signifikan hingga memicu penghentian sementara perdagangan pada akhir Januari 2026. Tekanan tersebut terjadi di tengah isu potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI serta adanya perubahan di jajaran pimpinan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan kehadiran Danantara sebagai investor institusional besar, serta dukungan pemerintah dan otoritas pasar, kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek pasar modal Indonesia diharapkan dapat kembali menguat.
Secara teknikal, IHSG sempat mengalami penurunan signifikan akibat trading halt yang terjadi dua hari berturut-turut, namun harga saat ini tertahan di EMA200 serta berhasil menguat di area support dengan valid membentuk swing low. Support IHSG saat ini berada di 8.014 dengan resistance di area 8.525. (Yesaya Christofer/Yes Invest)
Disclaimer : Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.
Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
