Home - Nasional - Prabowo Minta Baliho Jalanan Ditertibkan, Kota Harus Enak Dipandang

Prabowo Minta Baliho Jalanan Ditertibkan, Kota Harus Enak Dipandang

Presiden Prabowo Subianto meminta penertiban spanduk dan baliho besar di jalan raya agar pemandangan kota lebih asri dan ramah wisatawan, termasuk di Bali dan kota-kota besar lainnya.

Senin, 2 Februari 2026 - 14:39 WIB
Prabowo Minta Baliho Jalanan Ditertibkan, Kota Harus Enak Dipandang
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Foto/Tangkapan layar hallonewa.com

HALLONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya penataan ulang spanduk dan baliho berukuran besar yang memenuhi jalan-jalan raya di berbagai daerah.

Menurutnya, keberadaan iklan yang berlebihan tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga mengganggu kenyamanan wisatawan.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menilai kondisi visual jalan raya di sejumlah kota besar maupun daerah luar Jakarta kini nyaris seragam akibat maraknya spanduk dan baliho raksasa.

Dia menyebut, pemandangan di Balikpapan hingga Banjarmasin tidak jauh berbeda karena dipenuhi iklan berukuran besar.

“Saya minta tolong kepada pemerintah, iklan-iklan dan spanduk ini ditertibkan. Terlalu banyak dan terlalu besar,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Menurut Presiden, ukuran spanduk yang berlebihan kerap mengganggu keindahan alam dan tata kota. Bahkan, hal tersebut dinilai dapat menciptakan kesan negatif bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

“Turis datang ke Indonesia ingin melihat alam dan budayanya, bukan melihat spanduk-spanduk besar di pinggir jalan,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung kondisi Kota Bogor yang menurutnya pernah dikenal sebagai salah satu kota terindah di Indonesia.

Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Bogor dan berharap wajah kota-kota di Indonesia kembali tertata rapi dan nyaman dipandang.

Lebih lanjut, Presiden meminta pemerintah daerah membuka dialog dengan para pelaku usaha dan asosiasi pengusaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), guna mencari solusi bersama dalam penataan iklan.

“Ajak bicara pengusaha dengan baik. Kita tetap bisa beriklan, tapi jangan berlebihan dan tetap menjaga estetika,” kata Prabowo.

Secara khusus, Prabowo juga menyoroti kawasan wisata seperti Bali. Ia menegaskan bahwa wisatawan datang ke Bali untuk menikmati keunikan dan keindahan lokal, bukan untuk disuguhi papan reklame raksasa merek-merek global.

“Orang datang ke Bali ingin lihat Bali, bukan lihat baliho besar restoran cepat saji,” ujarnya.

Selain soal baliho, Presiden turut menyinggung pentingnya penataan kabel listrik dan fasad bangunan usaha agar lebih tertib dan enak dipandang.

Menurutnya, lingkungan yang rapi dan asri akan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sektor pariwisata nasional. (min)