Home - Megapolitan - DPRD Bongkar Fakta Banjir Bekasi, 87 Perumahan Terendam hingga 2 Meter

DPRD Bongkar Fakta Banjir Bekasi, 87 Perumahan Terendam hingga 2 Meter

DPRD Kabupaten Bekasi mengungkap fakta banjir besar di wilayah utara mengakibatkan 87 perumahan terendam dengan ketinggian air hingga 1,5 meter.

Senin, 2 Februari 2026 - 10:30 WIB
DPRD Bongkar Fakta Banjir Bekasi, 87 Perumahan Terendam hingga 2 Meter
Banjir merendam Perumahan Nebraska Terrace di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Foto/Hallonews

HALLONEWS.COM – DPRD Kabupaten Bekasi mengungkap puluhan perumahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Meski kondisi di sejumlah titik mulai berangsur surut, dampak banjir masih dirasakan warga.

Fakta tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi bersama instansi Pemerintah Kabupaten Bekasi dan perwakilan pengembang perumahan yang terdampak luapan banjir.

“87 perumahan di wilayah utara semuanya terdampak banjir, dengan ketinggian air nyaris hampir dua meter. Ini yang sedang kami carikan solusinya,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Ombi Ari Wibowo, Senin (2/2/2026).

Sejumlah perumahan terdampak berada di kawasan yang sebelumnya merupakan daerah resapan air. Meski secara administratif pembangunan perumahan tersebut dinyatakan memenuhi ketentuan tata ruang, kondisi itu dinilai meningkatkan kerentanan banjir di kawasan permukiman.

Dalam RDP terungkap, banjir terjadi akibat kombinasi meningkatnya debit air sungai dari wilayah hulu dan tingginya curah hujan di Kabupaten Bekasi, sehingga aliran sungai meluap dan masuk ke permukiman warga.

Wilayah terdampak membentang di Jalur Pantura, meliputi Kecamatan Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Sukatani, Tambelang, Cabangbungin, hingga Sukawangi. Sejumlah titik di Cikarang Utara, Karangbahagia, dan Sukawangi dilaporkan menjadi kawasan terparah.

Selain faktor cuaca, DPRD juga menemukan persoalan lain seperti penyempitan sungai, sedimentasi, serta sumbatan aliran air di sejumlah titik, yang memperparah banjir. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan lintas sektor secara menyeluruh.

Salah satu kawasan yang dibahas secara khusus adalah Perumahan The Nebraska Terrace di Kecamatan Sukawangi. Sekitar 900 unit rumah terendam, dengan lebih dari 700 unit telah dihuni, sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi.

Perwakilan pengembang Nebraska Terrace Altaf mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya mitigasi, termasuk pembangunan dinding penahan. Namun banjir tetap terjadi akibat arus balik dari Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).

“Kami tetap bertanggung jawab dengan menyediakan tempat pengungsian, dapur umum, serta bantuan pembersihan dan perbaikan rumah warga,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengakui persoalan tata ruang dan buruknya sistem aliran air menjadi penyebab Kabupaten Bekasi kerap dilanda banjir setiap tahun.

Menurut Asep, sekitar 85 persen wilayah terdampak banjir merupakan kawasan perumahan, dengan 51 desa dan 216 titik dilaporkan mengalami genangan.

“Artinya, ada perencanaan tata ruang yang harus dibenahi. Banjir ini tidak bisa terus dibiarkan, harus ada solusi konkret,” ujarnya.

Asep menambahkan, salah satu penyebab utama banjir adalah meluapnya Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Saat debit air meningkat, sungai-sungai kecil di sekitarnya tidak mampu menampung aliran sehingga terjadi antrean air.

Selain itu, banyak perumahan telah dibangun di kawasan rawan banjir dan mengalami genangan secara rutin. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesalahan perencanaan yang berlangsung lama dan kini harus segera dibenahi secara menyeluruh. (dul)