Home - Nasional - Prabowo Buka Rakornas di Sentul, Ribuan Kepala Daerah Hadir, Warga Diminta Waspada Macet

Prabowo Buka Rakornas di Sentul, Ribuan Kepala Daerah Hadir, Warga Diminta Waspada Macet

Presiden Prabowo Subianto membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor. Ribuan kepala daerah hadir, warga diimbau waspada potensi kemacetan.

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB
Prabowo Buka Rakornas di Sentul, Ribuan Kepala Daerah Hadir, Warga Diminta Waspada Macet
Presiden Prabowo Subianto akan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr for Hallonews

HALLONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri pada Senin (2/2/2026) di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rakornas ini menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat sinergi kebijakan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan menjelaskan, Rakornas 2026 diarahkan untuk menyatukan langkah kepala daerah, unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), serta para pemangku kepentingan agar sejalan dengan agenda nasional pemerintah.

Menurut Benni, salah satu fokus utama Rakornas adalah percepatan pencapaian program prioritas Presiden, mulai dari penguatan kedaulatan pangan dan energi hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif dan inklusif dengan target pertumbuhan nasional sebesar 8 persen.

Selain membuka acara, Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan arahan langsung kepada seluruh peserta Rakornas. Kepala negara juga akan menyampaikan evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2025 serta memaparkan strategi kebijakan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan pada 2026.

Kemendagri menilai Rakornas ini penting untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah, mengingat kepala daerah dan forkopimda memiliki peran sentral sebagai penggerak utama roda pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman, sinkronisasi kebijakan, serta langkah konkret yang selaras antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 akan menghadirkan jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri koordinator, menteri, hingga pimpinan lembaga negara. Unsur TNI dan Polri juga dijadwalkan hadir sebagai narasumber dalam sejumlah sesi tematik yang membahas isu strategis, seperti sinergi kebijakan ekonomi dan energi, kedaulatan pangan berkelanjutan, serta agenda prioritas nasional lainnya.

Kegiatan ini diperkirakan dihadiri sekitar 4.400 lebih peserta dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur forkopimda.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kepadatan lalu lintas di kawasan Sentul dan sekitarnya selama Rakornas berlangsung.

Menurut Bima Arya, kehadiran ribuan peserta nasional diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan menuju kawasan SICC dan wilayah sekitarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemendagri telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor serta aparat terkait guna menyiapkan pengaturan lalu lintas secara terpadu. Pengamanan dan pengaturan arus kendaraan akan didukung oleh personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan yang disiagakan di titik-titik strategis.

Meski berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, pemerintah mengakui aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan tetap berpotensi terdampak. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan selama Rakornas berlangsung.

Pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. (ren)