Home - Nasional - Terbongkar, Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Sejumlah Tokoh Oposisi

Terbongkar, Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Sejumlah Tokoh Oposisi

Presiden Prabowo bertemu tokoh oposisi di Kertanegara. Said Didu bongkar isi diskusi strategis, mulai reformasi Polri, kedaulatan SDA, hingga konflik Gaza.

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:31 WIB
Terbongkar, Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Sejumlah Tokoh Oposisi
Said Didu. hallonews.com

HALLONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal berada di luar lingkar kekuasaan. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) malam.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang hadir langsung dalam pertemuan itu, mengungkapkan bahwa diskusi berjalan intens dan membahas berbagai isu strategis yang menyangkut arah masa depan bangsa.

Menurut Said, pertemuan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berakhir hampir pukul 21.00 WIB. Presiden Prabowo, kata dia, memimpin langsung jalannya diskusi dan memaparkan kebijakan strategis tanpa banyak perantara.

“Presiden mempresentasikan sendiri berbagai agenda percepatan perbaikan bangsa. Meski didampingi staf kepercayaan, beliau menjelaskan langsung dan terbuka,” ujar Said Didu melalui akun media sosial X miliknya, Minggu (1/2/2026).

Said menyebut diskusi berlangsung dinamis. Presiden Prabowo dikatakan membuka ruang dialog luas, mendengarkan pandangan kritis, serta berdiskusi mendalam mengenai isu-isu sensitif yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.

Beberapa topik utama yang dibicarakan antara lain agenda penguatan kedaulatan negara, pemberantasan korupsi, pengelolaan sumber daya alam, hingga reformasi institusi kepolisian.

Tak hanya isu dalam negeri, pertemuan itu juga menyinggung persoalan global, termasuk kondisi kemanusiaan di Gaza dan konsep Board of Peace (BoP) sebagai bagian dari peran Indonesia di kancah internasional.

“Ini menunjukkan Presiden sangat terbuka untuk berdiskusi, termasuk dengan pihak-pihak yang selama ini dianggap oposisi,” kata Said Didu.

Menariknya, Said menegaskan bahwa pasca-pertemuan tersebut, sikap kritis tetap akan dijalankan, namun diarahkan kepada pihak-pihak yang dinilai menghambat agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat.

“Kami akan beroposisi kepada siapa pun yang menghalangi pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan wilayah yang selama ini dikuasai oligarki,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kesediaan membuka dialog dengan berbagai elemen bangsa.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi adanya pertemuan Presiden dengan tokoh-tokoh nasional yang kerap disebut sebagai oposisi. Ia menegaskan pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi politik.

Menurut Sjafrie, Presiden Prabowo ingin mengajak seluruh elemen bangsa bersikap realistis terhadap kondisi negara, termasuk soal kebocoran anggaran dan pengelolaan keuangan nasional.

Ia bahkan menyinggung besarnya dana yang mengalir ke sektor korporasi melalui perbankan milik negara yang nilainya jauh melampaui postur APBN.

“Kalau negara bermasalah, yang paling terdampak adalah rakyat. Keberpihakan kepada rakyat harus ditunjukkan secara nyata,” tegas Sjafrie. (min)