Home - Ekonomi & Bisnis - Konsumsi Listrik RI Terus Naik, Penjualan PLN Tembus 317,69 TWh Sepanjang 2025

Konsumsi Listrik RI Terus Naik, Penjualan PLN Tembus 317,69 TWh Sepanjang 2025

Penjualan listrik PLN sepanjang 2025 mencapai 317,69 TWh atau tumbuh 3,75 persen YoY. Konsumsi rumah tangga, industri, dan bisnis jadi pendorong utama.

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:30 WIB
Konsumsi Listrik RI Terus Naik, Penjualan PLN Tembus 317,69 TWh Sepanjang 2025
Petugas PLN sedang melayani pelanggan rumah tangga di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. (Dok PLN)

HALLONEWS.COM – Konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid di tengah dinamika ekonomi global. PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik mencapai 317,69 terawatt hour (TWh), atau tumbuh 3,75 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan realisasi 2024 sebesar 306,22 TWh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kenaikan konsumsi listrik ini mencerminkan meningkatnya aktivitas masyarakat serta dunia usaha, sekaligus menunjukkan ketahanan sektor ketenagalistrikan nasional di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.

Menurut Darmawan, dukungan kebijakan Pemerintah serta sinergi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional. PLN juga terus memastikan kualitas layanan agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Transformasi yang dijalankan PLN sejak 2020 membuat kami semakin adaptif dan responsif terhadap pertumbuhan permintaan listrik, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Darmawan di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Rumah Tangga Jadi Penyumbang Terbesar

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang oleh berbagai sektor, terutama rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor utama penjualan listrik nasional.

PLN mencatat konsumsi listrik sektor rumah tangga mencapai 133,41 TWh, tumbuh 3,2 persen YoY atau meningkat sekitar 4,09 TWh dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menyumbang hampir 42 persen dari total penjualan listrik nasional.

Sementara itu, sektor industri membukukan konsumsi sebesar 93,35 TWh, tumbuh 2,5 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh industri makanan dan minuman, besi dan baja, logam, serta barang galian non-logam.

Adapun konsumsi listrik sektor bisnis mencapai 60,74 TWh, dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,4 persen YoY. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan listrik dari sektor data center, pusat perbelanjaan, perdagangan non-otomotif, hingga pergudangan dan logistik.

Pelanggan Bertambah, Kepercayaan Meningkat
Seiring meningkatnya konsumsi listrik, jumlah pelanggan PLN juga terus bertambah. Hingga Desember 2025, PLN mencatat penambahan 3,29 juta pelanggan baru, sehingga total pelanggan mencapai 96,2 juta.

Adi menilai peningkatan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik menjadi indikator menguatnya aktivitas ekonomi nasional serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan PLN.

“Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan agar mampu menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang,” tutup Adi.(wib)