Home - Megapolitan - Hujan Ekstrem Bayangi Bekasi, 300 Pompa Air Disiagakan di Titik Rawan Banjir

Hujan Ekstrem Bayangi Bekasi, 300 Pompa Air Disiagakan di Titik Rawan Banjir

Pemkot Bekasi menyiagakan 300 unit pompa air di kawasan rawan banjir untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan banjir kiriman dari hulu Kali Bekasi.

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:00 WIB
Hujan Ekstrem Bayangi Bekasi, 300 Pompa Air Disiagakan di Titik Rawan Banjir
Foto udara banjir luapan Kali Bekasi di Perumahan Kemang IFI, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. ( Humas Pemkot Bekasi for Hallonews)

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kota Bekasi menyiagakan sekitar 300 unit pompa air yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan sebagai langkah antisipasi menghadapi anomali cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan genangan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan, kesiagaan pompa dilakukan menyusul meningkatnya curah hujan serta potensi banjir kiriman dari wilayah hulu, khususnya Bogor, yang berdampak pada aliran Kali Bekasi.

“Total pompa di Kota Bekasi sekitar 300 unit dan semuanya sudah kami siagakan. Pompa yang sempat mengalami gangguan langsung kami perbaiki. Saat ini, setiap polder sudah dilengkapi pompa siaga,” kata Idi, Minggu (1/2/2026).

Pompa-pompa tersebut ditempatkan di kawasan polder yang berfungsi sebagai tampungan air dari permukiman warga sebelum dialirkan ke sungai utama. Kesiagaan ini ditingkatkan setelah sejumlah wilayah di Bekasi sempat terdampak banjir akibat kiriman air dari hulu.

Wilayah yang dilintasi Kali Bekasi, seperti Kecamatan Jatiasih, Rawalumbu, hingga Bantargebang, menjadi prioritas pengawasan intensif. DBMSDA memastikan seluruh pompa dan infrastruktur pengendali banjir berada dalam kondisi operasional penuh.

Dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, DBMSDA juga memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), terutama untuk menangani titik-titik rawan yang membutuhkan daya sedot air besar.

Sejumlah langkah strategis dilakukan, mulai dari penurunan teknisi ke lapangan untuk memantau debit air, penambahan pompa mobile bantuan BBWSCC, hingga fokus penanganan di kawasan cekungan rawan banjir.

“Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan IKIP di Kecamatan Pondokgede yang kerap mengalami genangan tinggi. Untuk lokasi yang sifatnya mendesak, jika masih kurang, kami bisa meminta tambahan pompa,” ujar Idi.

Ia menambahkan, Kepala BBWSCC juga telah meninjau langsung Bendung Bekasi guna memastikan sistem pengendalian air berjalan optimal.

Selain ancaman luapan sungai, Pemkot Bekasi juga merespons keluhan masyarakat terkait genangan di sejumlah ruas jalan protokol yang sempat mengganggu mobilitas warga. Idi mengakui, laporan genangan jalan menjadi keluhan terbanyak dalam beberapa hari terakhir.

Untuk menangani hal tersebut, DBMSDA mengerahkan unit reaksi cepat guna membersihkan sumbatan drainase segera setelah hujan reda.

“Keluhan justru banyak terkait genangan di jalan. Namun, untuk sistem pompa dan pengendalian air relatif aman. Setiap ada laporan, petugas langsung turun ke lokasi,” tegasnya.

Meski curah hujan cukup tinggi terjadi dalam sepekan terakhir, Pemkot Bekasi menilai kondisi masih terkendali berkat pemeliharaan sistem pengendalian banjir yang telah dilakukan secara berkala sejak enam bulan terakhir. (dul)