Home - Olahraga - Bangkit dari Ketertinggalan Dramatis, Elena Rybakina Tumbangkan Sabalenka dan Rebut Gelar Australian Open Pertama

Bangkit dari Ketertinggalan Dramatis, Elena Rybakina Tumbangkan Sabalenka dan Rebut Gelar Australian Open Pertama

Elena Rybakina menaklukkan Aryna Sabalenka dalam final dramatis Australian Open untuk meraih gelar Grand Slam keduanya sekaligus membalas kekalahan tiga tahun lalu.

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:09 WIB
Bangkit dari Ketertinggalan Dramatis, Elena Rybakina Tumbangkan Sabalenka dan Rebut Gelar Australian Open Pertama
Elena Rybakina mengangkat piala Australian Open 2026. (IG Australian Open)

HALLONEWS.COM – Elena Rybakina akhirnya menorehkan sejarah baru dalam kariernya. Petenis asal Kazakhstan itu sukses menundukkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka dalam final Australian Open dengan skor 6-4, 4-6, 6-4, sekaligus meraih gelar perdananya di Melbourne Park dan Grand Slam kedua sepanjang karier.

Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Rybakina membalas kekalahan pahit dari Sabalenka di final Australian Open tiga tahun lalu.

Dalam laga yang berlangsung sengit di bawah atap Rod Laver Arena, Sabtu (31/1/2026) Rybakina menunjukkan mental juara dengan bangkit dari tekanan dan ketertinggalan di set penentuan.

Rybakina, yang sebelumnya menjuarai Wimbledon 2022, tampil agresif sejak awal pertandingan. Pukulan groundstroke datar dan keras serta servis bertenaga menjadi senjata utama unggulan kelima tersebut untuk menekan Sabalenka.

Strategi itu langsung membuahkan hasil ketika ia mematahkan servis lawannya di gim pembuka dan mengendalikan ritme permainan hingga merebut set pertama 6-4.

Sabalenka, juara bertahan dua edisi Australian Open, tidak tinggal diam. Memasuki set kedua, petenis asal Belarusia itu tampil lebih solid dan konsisten. Ia memanfaatkan kesalahan forehand Rybakina untuk merebut momentum, sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat kemenangan 6-4 dan memaksa laga berlanjut ke set ketiga.

Drama mencapai puncaknya di set penentuan. Sabalenka sempat unggul cepat 3-0 dan tampak berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan dominasinya di Melbourne.

Namun, Rybakina menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia memenangkan lima dari enam gim berikutnya, mematahkan servis Sabalenka pada momen krusial, dan menutup pertandingan dengan kemenangan emosional.

“Selamat kepada Aryna atas hasil luar biasa selama beberapa tahun terakhir. Saya tahu ini tidak mudah. Semoga kita bisa bertemu di banyak final lagi,” ujar Rybakina seperti dilansir Sky Sport.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar Kazakhstan yang terus memberinya dukungan sepanjang turnamen.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Sabalenka. Setelah meraih gelar Australian Open secara beruntun pada 2023 dan 2024, ia harus menelan kekalahan di final untuk dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya juga ditaklukkan Madison Keys.

Meski demikian, Sabalenka tetap menunjukkan konsistensi luar biasa sebagai salah satu pemain terbaik dunia, dengan koleksi empat gelar Grand Slam.

Bagi Rybakina, kemenangan ini menandai kebangkitan performanya dalam beberapa musim terakhir. Setelah sempat diterpa isu terkait pelatihnya, Stefano Vukov, yang sempat diskors oleh WTA sebelum akhirnya kembali mendampinginya, Rybakina kembali menemukan performa terbaiknya.

Gelar Australian Open ini melengkapi kesuksesannya di WTA Finals tahun lalu dan mengukuhkan posisinya sebagai ancaman serius di tenis putri dunia.

Dengan gelar ini, Rybakina tak hanya memperkaya koleksi trofinya, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa dirinya siap bersaing di puncak tenis dunia untuk waktu yang lama. (wib)