Isu Reshuffle 7 Menteri Menguat, Istana Tegaskan Hal Ini
Isu reshuffle kabinet jilid 5 menguat. Istana menegaskan Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menteri setiap hari, namun belum ada rencana perombakan besar-besaran.

HALLONEWS.COM — Isu reshuffle kabinet kembali menguat dan jadi perbincangan publik. Wacana perombakan yang disebut-sebut sebagai reshuffle kabinet jilid 5 mencuat di tengah sorotan terhadap kinerja sejumlah kementerian serta dinamika politik nasional.
Menanggapi isu tersebut, Istana Kepresidenan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri dan wakil menteri.
Evaluasi itu bahkan disebut berlangsung setiap hari sebagai bagian dari mekanisme kerja Presiden untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa evaluasi merupakan hal yang wajar dan melekat dalam tugas Presiden. Namun, hingga saat ini belum ada rencana reshuffle kabinet secara besar-besaran.
Menurut Prasetyo, isu reshuffle kerap muncul sebagai bagian dari dinamika politik dan sering berkembang layaknya gosip di ruang publik.
“Evaluasi itu dilakukan setiap hari oleh Bapak Presiden — dalam tanda kutip, bukan melalui forum khusus — karena merupakan bagian dari proses kerja pengawasan terhadap jalannya program pemerintah,” ujar Prasetyo.
Di tengah penegasan Istana tersebut, beredar isu mengenai tujuh menteri dan pejabat setingkat menteri yang dikabarkan masuk dalam daftar evaluasi dan berpotensi terdampak reshuffle apabila Presiden memandang perlu adanya penyegaran kabinet.
Nama-nama yang ramai diperbincangkan antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.
Selain isu tujuh menteri tersebut, sejumlah tokoh juga disebut-sebut masuk dalam bursa calon pengganti apabila reshuffle benar-benar dilakukan. Beberapa nama yang santer diperbincangkan di antaranya Budisatrio Djiwandono, Angga Raka Prabowo, serta Juda Agung.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait mengenai kebenaran isu tersebut. Istana kembali menegaskan bahwa daftar nama yang beredar masih bersifat spekulatif dan seluruh keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. (wib)
