Banjir Jakarta Kian Surut, BPBD Catat Genangan Tinggal di Beberapa Titik di Jakarta Utara
Banjir Jakarta kembali parah! Luapan Kali Ciliwung rendam Jakarta Selatan dan Timur hingga 3,5 meter, ribuan warga terdampak dan mengungsi sejak dini hari.

HALLONEWS.COM – Kondisi banjir di Jakarta terus menunjukkan perbaikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Sabtu siang, genangan air hanya tersisa di lima rukun tetangga (RT) yang seluruhnya berada di wilayah Jakarta Utara.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa ketinggian air di lokasi terdampak kini berada pada level maksimal sekitar 45 sentimeter. Angka tersebut menurun dibandingkan kondisi pagi hari, ketika banjir masih melanda puluhan RT di sejumlah wilayah ibu kota.
“Air berangsur surut. Saat ini fokus kami adalah mempercepat penyedotan genangan dan memastikan saluran air dapat berfungsi dengan optimal,” ujar Isnawa dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).
BPBD mencatat, sebelumnya banjir sempat merendam hingga 30 RT yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Namun, seiring berkurangnya curah hujan dan surutnya debit sungai, wilayah terdampak terus menyusut.
Isnawa menjelaskan, penyebab utama banjir kali ini adalah intensitas hujan yang tinggi serta luapan beberapa sungai, khususnya Kali Angke dan Kali Nagrak, yang berdampak signifikan terhadap kawasan pesisir Jakarta Utara.
Selain permukiman warga, genangan juga masih terpantau di ruas Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, dengan tinggi air sekitar 15 sentimeter.
Petugas gabungan telah dikerahkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan mempercepat penanganan genangan di kawasan tersebut.
Pengungsian Warga
BPBD DKI juga melaporkan masih terdapat warga yang mengungsi akibat dampak banjir. Di Jakarta Timur, pengungsian difokuskan di SDN Kampung Melayu 01 dan 02, yang menampung sebanyak 66 kepala keluarga atau sekitar 187 jiwa.
Sementara itu, di Jakarta Utara, pengungsian terpusat di Masjid Nurul Jannah, Kelurahan Marunda, dengan jumlah pengungsi mencapai 20 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa.
Kebutuhan dasar para pengungsi, seperti logistik dan layanan kesehatan, terus dipantau oleh petugas.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, Mohamad Yohan, menambahkan bahwa banjir di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan sebelumnya dipicu oleh luapan Sungai Ciliwung, sedangkan wilayah Jakarta Utara terdampak akibat luapan Kali Angke dan Kali Nagrak.
Genangan air juga berdampak pada layanan transportasi. Sejumlah rute Transjakarta dan Mikrotrans mengalami pengalihan sementara demi keselamatan penumpang.
Beberapa rute yang terdampak antara lain Mikrotrans JAK 05 (Semper–Rorotan), Mikrotrans JAK 78A, serta Transjakarta rute 3E. Pengelola Transjakarta menyatakan penyesuaian rute akan diberlakukan hingga kondisi jalan benar-benar aman dilalui.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah rawan banjir. Warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 apabila menghadapi situasi darurat. Layanan tersebut dapat diakses gratis selama 24 jam. (wib)
