Home - Ekonomi & Bisnis - Galaxy AI Mengubah Cara Kita Bekerja dan Berkreasi Lebih Cerdas

Galaxy AI Mengubah Cara Kita Bekerja dan Berkreasi Lebih Cerdas

Galaxy AI mendorong lonjakan produktivitas dan kreativitas pengguna smartphone. Sepanjang 2025, tingkat adopsi Galaxy AI di lini flagship Samsung mencapai 86,9 persen.

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:01 WIB
Galaxy AI Mengubah Cara Kita Bekerja dan Berkreasi Lebih Cerdas
Fasilitas Galaxy AI pada handphone keluaran Samsung. (Dok Samsung)

HALLONEWS.COM – Tahun 2026 dipandang sebagai fase penting dalam perjalanan kecerdasan buatan. AI tidak lagi sekadar fitur futuristik yang menarik untuk dicoba, melainkan telah bertransformasi menjadi kebutuhan nyata dalam keseharian.

Perubahan ini terlihat jelas dari cara pengguna smartphone memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengekspresikan kreativitas mereka.

Samsung galaxy menjadi salah satu brand yang berada di garis depan transformasi ini melalui Galaxy AI. Berdasarkan data internal Samsung, tingkat adopsi Galaxy AI pada lini smartphone flagship menunjukkan lonjakan signifikan.

Jika pada 2024 tingkat penggunaan berada di angka 71,6 persen, pada 2025 angka tersebut meningkat tajam hingga 86,9 persen. Artinya, hampir sembilan dari sepuluh pengguna flagship Samsung kini secara aktif memanfaatkan fitur AI dalam aktivitas sehari-hari.

Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Smartphone tidak lagi hanya digunakan sebagai alat komunikasi atau hiburan, tetapi telah berevolusi menjadi asisten pintar yang membantu pengguna bekerja lebih efisien, mencari informasi lebih cepat, hingga menciptakan konten dengan kualitas yang semakin profesional.

“Dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun berkreasi. AI kini digunakan secara aktif untuk mempercepat proses, seperti mencari informasi tanpa berpindah aplikasi, merapikan konten, hingga membantu pengguna menuangkan ide dengan lebih cepat,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Salah satu fitur yang paling banyak digunakan sepanjang 2025 adalah Circle to Search with Google, dengan tingkat penggunaan mencapai 76 persen.

Fitur ini memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari apa yang mereka lihat di layar, tanpa harus keluar dari aplikasi yang sedang digunakan. Kepraktisan inilah yang menjadikan Circle to Search sebagai bagian dari kebiasaan digital harian pengguna.

Tak hanya soal efisiensi, Galaxy AI juga membuka ruang baru bagi kreativitas. Data Samsung mencatat, fitur visual seperti Photo Assist digunakan oleh 20,5 persen pengguna, sementara Generative Edit dimanfaatkan oleh 19 persen pengguna.

Ditambah dengan kehadiran Audio Eraser, Galaxy AI menghadirkan ekosistem lengkap bagi pengguna yang ingin berkreasi secara lebih intuitif dan profesional, langsung dari smartphone.

Di sisi produktivitas, Galaxy AI membantu menyederhanakan berbagai aktivitas kerja. Fitur Live Translate dan Interpreter memungkinkan komunikasi lintas bahasa berlangsung lebih natural, baik saat panggilan kerja maupun percakapan langsung dengan klien internasional. Pengguna tidak lagi harus berpindah aplikasi atau mengandalkan penerjemah pihak ketiga.

Untuk urusan meeting, Transcript Assist menjadi solusi praktis bagi pengguna yang ingin fokus berdiskusi tanpa khawatir kehilangan catatan penting. Percakapan yang direkam dapat langsung diubah menjadi teks, dilengkapi dengan pemisahan suara pembicara serta ringkasan poin-poin utama, sehingga proses tindak lanjut dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

Galaxy AI juga berperan sebagai asisten proaktif melalui fitur Now Brief. Dengan menyajikan ringkasan jadwal, pengingat penting, dan informasi relevan dalam satu tampilan singkat, pengguna dapat memulai hari dengan lebih terstruktur tanpa harus membuka banyak aplikasi.

Sementara itu, di ranah kreativitas, Galaxy AI menurunkan hambatan teknis yang selama ini kerap memperlambat proses berkarya. Photo Assist membantu menyempurnakan kualitas visual secara otomatis, Generative Edit memungkinkan eksplorasi ide foto yang lebih bebas dan natural, sementara Audio Eraser memastikan hasil video tetap jernih meski direkam di lingkungan yang bising.

“Insight dari pola penggunaan ini menjadi dasar bagi Samsung untuk terus menghadirkan inovasi Galaxy AI yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna di tahun 2026,” tambah Ilham.

Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan Galaxy AI agar semakin memahami konteks dan kebiasaan pengguna. Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya berfungsi sebagai fitur pendukung, tetapi hadir sebagai partner digital yang secara aktif membantu pengguna bekerja lebih efisien, berkreasi lebih bebas, dan menjalani keseharian dengan cara yang lebih cerdas dan bermakna.(ver)