Home - Nasional - Di Hadapan PWI, Mentan Amran Paparkan Kunci Swasembada Pangan di Era Prabowo

Di Hadapan PWI, Mentan Amran Paparkan Kunci Swasembada Pangan di Era Prabowo

Kementerian PU telah mengangkut 698 ton sampah bencana dan lumpur untuk mempercepat pemulihan pascabencana Aceh

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:40 WIB
Di Hadapan PWI, Mentan Amran Paparkan Kunci Swasembada Pangan di Era Prabowo
Dokumen Hallonews Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menghadiri Retret Bela Negara PWI bekerja sama dengan Kemenhan di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).

HALLONEWS.COM – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan Indonesia merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari bawah.

“Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan,” katanya di hadapan 160 peserta Retret Bela Negara PWI bekerja sama dengan Kemenhan, di Aula Manungga, Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (30/1/2026).

Andi Amran menambahkan, pada berbagai kesempatan Presiden Prabowo telah secara terbuka menyampaikan keberhasilan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

“Alhamdulillah, tidak sampai tiga tahun Indonesia sudah swasembada. Di banyak tempat Bapak Presiden sudah mendeklarasikan bahwa Indonesia swasembada pangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, perjalanan hidupnya yang ditempa dari kondisi serba terbatas justru menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tekanan dan tantangan birokrasi.

Tak hanya itu, di hadapan ratusan wartawan, Amran menyampaikan prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh, yakni tidak menyimpan dendam dalam meraih kesuksesan.

“Tekanan dari atasan maupun fitnah yang datang justru menjadi energi untuk bekerja lebih baik,” jelasnya.

Ia juga menegaskan keterbukaannya terhadap kritik, termasuk dari kalangan pers, selama disampaikan secara konstruktif.

“Kalau saya keliru, wartawan ingatkan. Kalau wartawan keliru, saya jelaskan. Itulah Merah Putih,” tegasnya.

Amran optimistis Indonesia akan mencatatkan sejarah baru pada April 2026 mendatang dengan merealisasikan ekspor beras, sepanjang tidak ada kendala dalam pengelolaan cadangan oleh Bulog.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama pencapaian tersebut,” kata dia.

Tak hanya beras, Amran juga menyampaikan rencana hilirisasi komoditas strategis lain seperti kelapa sawit, gambir, dan kelapa.

Menurutnya, penguatan sektor pangan dan perkebunan akan membawa Indonesia menuju posisi negara berpengaruh di tingkat global.

Ia menambahkan, di era pemerintahan Presiden Prabowo, posisi Indonesia dalam perdagangan pangan dunia semakin diperhitungkan.

Bahkan, kebijakan menghentikan impor beras disebut mampu memengaruhi harga beras global.

“Tanpa ketahanan pangan, mustahil sebuah negara bisa bertahan. Kalau pangan kuat, Indonesia bisa melangkah jauh,” pungkasnya. (ALS)