Home - Internasional - Trump Klaim Kemajuan Besar Negosiasi Rusia–Ukraina, Isu Wilayah Jadi Titik Kritis

Trump Klaim Kemajuan Besar Negosiasi Rusia–Ukraina, Isu Wilayah Jadi Titik Kritis

Trump mengklaim kemajuan besar dalam negosiasi damai Rusia–Ukraina. Isu wilayah disebut jadi hambatan utama, sementara pembicaraan lanjutan dijadwalkan di Abu Dhabi.

Jumat, 30 Januari 2026 - 8:01 WIB
Trump Klaim Kemajuan Besar Negosiasi Rusia–Ukraina, Isu Wilayah Jadi Titik Kritis
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, membahas perkembangan negosiasi damai Rusia–Ukraina, Kamis (29/1/2026) waktu setempat. Foto: Sputnik for Hallonews

HALLONEWS.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan klaim adanya kemajuan signifikan dalam perundingan damai Rusia–Ukraina di tengah intensitas diplomasi yang melibatkan utusan khusus Gedung Putih, Steve Witkoff, serta Jared Kushner.

Dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi pada Kamis (29/1/2026) waktu setempat, Trump secara terbuka meminta Witkoff memaparkan perkembangan terbaru negosiasi tersebut.

“Steve, Rusia–Ukraina, kita telah membuat banyak kemajuan. Bisakah Anda menjelaskannya?” ujar Trump.

Witkoff melaporkan bahwa pihak Ukraina menilai kemajuan perundingan sejak pertemuan di Jenewa, Swiss, pada November lalu, jauh lebih signifikan dibandingkan empat tahun terakhir konflik. Ia juga menyatakan optimisme terhadap hasil pembicaraan lanjutan di Abu Dhabi pekan lalu.

“Banyak hal baik sedang terjadi. Protokol keamanan sebagian besar telah selesai, perjanjian kemakmuran juga hampir rampung, dan rakyat Ukraina kini berharap kesepakatan perdamaian dapat segera terwujud,” kata Witkoff. Ia menambahkan bahwa negosiasi lanjutan dijadwalkan kembali berlangsung sekitar satu minggu ke depan.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan sementara serangan balasan terhadap infrastruktur Ukraina, khususnya di tengah cuaca ekstrem musim dingin.

“Dia setuju untuk melakukannya, dan harus saya akui itu sangat baik,” kata Trump.

Di sisi lain, dari Moskow, ajudan Kremlin Yuri Ushakov menegaskan bahwa persoalan teritorial masih menjadi isu paling krusial dalam perundingan.
“Masalah teritorial adalah masalah terpenting,” ujar Ushakov kepada media Rusia, seraya menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah agenda lain yang belum terselesaikan.

Ushakov juga menjelaskan bahwa pertemuan lanjutan di Abu Dhabi akan digelar dalam format bilateral, sesuai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Ukraina. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan terkait jaminan keamanan bagi Ukraina dengan pihak Rusia. (ren)