Home - Ekonomi & Bisnis - Goldman Sachs dan UBS Turunkan Rating Saham Indonesia Setelah Peringatan MSCI

Goldman Sachs dan UBS Turunkan Rating Saham Indonesia Setelah Peringatan MSCI

Goldman Sachs dan UBS menurunkan rating saham Indonesia ke neutral usai peringatan MSCI. IHSG anjlok hampir 7%, risiko outflow asing meningkat.

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:00 WIB
Goldman Sachs dan UBS Turunkan Rating Saham Indonesia Setelah Peringatan MSCI
Gedung Goldman Sachs (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – Goldman Sachs dan UBS, dua lembaga keuangan terkemuka, telah menanggapi peringatan penyedia indeks MSCI tentang penurunan bobot Indonesia dalam indeks acuan global, yang dapat menyebabkan arus keluar dana asing besar dari pasar modal domestik.

Mereka menurunkan peringkat investasi saham Indonesia dari posisi overweight menjadi neutral. Keputusan ini diumumkan pada awal tahun 2026 karena kekhawatiran tentang likuiditas pasar dan kemampuan investor institusional asing untuk masuk.

Mekanisme Bursa Efek Indonesia dianggap belum memenuhi standar internasional, dan peringatan MSCI berkonsentrasi pada masalah teknis tersebut. Ini dapat mengakibatkan penurunan peringkat aksesibilitas pasar Indonesia dan pengurangan dana yang dialokasikan ke dana indeks pasif yang mengikuti standar MSCI.

Efek ini langsung terlihat pada sesi perdagangan, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam hingga hampir 7% dalam waktu singkat, menimbulkan kekhawatiran tentang penerapan trading halt untuk menstabilkan pasar. Penurunan ini adalah hasil dari reaksi cepat investor asing yang mulai menurunkan eksposur mereka pada saham Indonesia.

Menurut catatan Goldman Sachs, penyesuaian rating ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko outflow modal jangka pendek. Ini dilakukan meskipun fundamental ekonomi Indonesia masih dianggap stabil.

UBS melakukan hal yang sama dengan alasan yang sama terkait kemungkinan perubahan bobot indeks yang dapat mempengaruhi kinerja portofolio klien mereka. Selama ada kejelasan lebih lanjut dari MSCI mengenai kondisi pasar Indonesia, kedua lembaga ini menyarankan investor untuk berhati-hati.

Situasi ini meningkatkan tekanan pada pasar saham domestik, yang telah dipengaruhi oleh perubahan harga komoditas dan kebijakan moneter global. Diharapkan bahwa pemerintah dan otoritas bursa segera berbicara dengan MSCI untuk menyelesaikan masalah teknis ini dan mencegah penurunan peringkat yang lebih dalam.

Sementara itu, pelaku pasar lokal tetap optimistis bahwa hal-hal dasar ekonomi seperti peningkatan konsumsi dan investasi dalam infrastruktur dapat membantu menjaga stabilitas jangka menengah.

Secara keseluruhan, penurunan rating saham Indonesia oleh Goldman Sachs dan UBS pasca peringatan MSCI ini telah memicu penurunan tajam IHSG hingga hampir 7% dalam sesi singkat, dengan risiko trading halt yang mengintai, sebagaimana tercermin dalam reaksi pasar dan rekomendasi dari lembaga keuangan global tersebut.

Penurunan rating ini cenderung memberikan tekanan berkelanjutan pada sektor keuangan dan konsumsi di pasar saham Indonesia, di mana indeks sektoral perbankan dan ritel berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut akibat risiko outflow dana asing dan penurunan kepercayaan investor institusional. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)