Pramono Lanjutkan Pembebasan Lahan Proyek Normalisasi Kali Ciliwung
Pengendalian Ciliwung memiliki dampak signifikan terhadap upaya mitigasi banjir di Jakarta, mengingat hampir separuh aliran sungai di wilayah ibu kota bermuara pada sistem Sungai Ciliwung.

HALLONEWS.COM – Normalisasi Kali Ciliwung kembali dikebut setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan menuntaskan tahapan awal pembebasan lahan di wilayah Cawang, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pembebasan lahan di kawasan Cawang dilaksanakan sesuai arahan pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) tentang dukungan pengadaan tanah bagi proyek strategis pengendalian banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.
“Kelanjutan normalisasi Kali Ciliwung menjadi langkah penting setelah proyek tersebut sempat terhenti selama beberapa tahun,” katanya kepada wartawan Kamis (29/1/2026).
Ia menilai pengendalian Ciliwung memiliki dampak signifikan terhadap upaya mitigasi banjir di Jakarta, mengingat hampir separuh aliran sungai di wilayah ibu kota bermuara pada sistem Sungai Ciliwung.
“Di wilayah Cawang, kebutuhan lahan untuk normalisasi sungai mencakup ratusan bidang tanah dengan panjang penanganan mencapai lebih dari dua kilometer,” ujarnya.
Lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta telah memulai pembebasan secara bertahap sejak 2025 dan akan melanjutkannya pada 2026 hingga 2027 sesuai perencanaan teknis.
Pramono menegaskan bahwa proses pengadaan tanah dilakukan secara langsung oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air tanpa melibatkan pihak ketiga.
“Penilaian ganti rugi, sepenuhnya dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menjamin objektivitas dan kepastian hukum,” jelasnya.
Selain itu, dalam pelaksanaan proyek, Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab atas pembebasan lahan, sementara pembangunan tanggul sungai akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Skema tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam penanganan banjir jangka menengah,” kata dia.
Terkait warga terdampak, Pramono memastikan mekanisme yang digunakan adalah pemberian ganti rugi sesuai ketentuan.
Ia berharap normalisasi Kali Ciliwung dapat terus dilanjutkan secara konsisten agar memberikan dampak nyata terhadap pengurangan risiko banjir di Jakarta.
Sebagai informasi, proyek normalisasi Kali Ciliwung terbagi dalam dua segmen utama, yakni dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono, serta dari MT Haryono hingga TB Simatupang.
Dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang lebih dari 33 kilometer, realisasi hingga kini telah mencapai sekitar setengahnya. (als)
