Home - Megapolitan - Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok Dijaga Ketat Jelang Ramadan, Titik Rawan Kriminalitas Dipantau 24 Jam

Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok Dijaga Ketat Jelang Ramadan, Titik Rawan Kriminalitas Dipantau 24 Jam

Polda Metro Jaya menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 jelang Ramadan. Sebanyak 675 personel diterjunkan untuk menindak premanisme, kriminalitas jalanan, dan tawuran.

Kamis, 29 Januari 2026 - 9:29 WIB
Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok Dijaga Ketat Jelang Ramadan, Titik Rawan Kriminalitas Dipantau 24 Jam
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri. Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Menyambut bulan suci Ramadan, Polda Metro Jaya mengintensifkan pengamanan dengan menggelar Operasi Pekat Jaya 2026.

Operasi khusus ini menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat, mulai dari premanisme, kekerasan jalanan, hingga aksi tawuran yang kerap meresahkan warga.

Operasi Pekat Jaya 2026 digelar selama 14 hari, terhitung sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026.

Sebanyak 675 personel gabungan diterjunkan dan disebar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya, mencakup Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan, operasi ini bertujuan menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan khusyuk.

“Operasi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dan beribadah dengan nyaman selama Ramadan. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional,” ujar Irjen Asep, Rabu (28/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, polisi telah memetakan sejumlah wilayah rawan kejahatan dan tawuran, terutama di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan, termasuk daerah perbatasan seperti Manggarai hingga Basuki Rachmat (Basura).

Di titik-titik tersebut, petugas akan ditempatkan melalui pos pantau, patroli mobile gabungan, hingga patroli skala besar selama 24 jam.

Tak hanya patroli darat, Polda Metro Jaya juga mengintensifkan patroli siber untuk memantau potensi provokasi tawuran di media sosial.

Polisi turut melakukan pendekatan preventif dengan mendatangi sekolah-sekolah guna memberikan imbauan kepada pelajar agar tidak terlibat aksi kekerasan.

Kapolda menekankan seluruh personel agar menjalankan tugas secara proporsional, sesuai prosedur, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Nilai-nilai dalam program Jaga Jakarta juga menjadi pedoman utama selama operasi berlangsung.

“Kami minta anggota memahami karakter wilayah, responsif terhadap situasi, dan tetap mengedepankan sikap humanis. Polisi harus benar-benar hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tegasnya.

Dengan digelarnya Operasi Pekat Jaya 2026, diharapkan situasi keamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya tetap kondusif sepanjang Ramadan. (min)