Home - Megapolitan - Anggota Polisi dan TNI Pelaku Pemukulan Meminta Maaf kepada Pedagang Es Gabus Suderajat

Anggota Polisi dan TNI Pelaku Pemukulan Meminta Maaf kepada Pedagang Es Gabus Suderajat

Polisi dan anggota TNI meminta maaf kepada Suderajat, pedagang es gabus, yang jadi korban penganiayaan di Kemayoran, Jakpus.

Kamis, 29 Januari 2026 - 9:09 WIB
Anggota Polisi dan TNI Pelaku Pemukulan Meminta Maaf kepada Pedagang Es Gabus Suderajat
Tangkap layar Anggota Polres Jakarta Pusat Aiptu Ikhwan Mulyadi dan anggota Babinsa TNI Serda Heri Purnomo meminta maaf kepada Suderajat, pedagang es gabus, yang jadi korban penganiayaan, Selasa (27/1/2026) malam. foto: dok. Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Anggota Polres Jakarta Pusat Aiptu Ikhwan Mulyadi dan anggota Babinsa TNI Serda Heri Purnomo meminta maaf kepada Suderajat, pedagang es gabus asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Suderajat merupakan pedagang es gabus yang jadi korban pemukulan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Video pemukulan tersebut beredar luas di media sosial dan jadi viral.

Permohonan maaf disampaikan pada pertemuan di kawasan Depok, Selasa (27/1/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, aparat mengakui adanya kekeliruan dalam pendekatan saat melakukan penertiban.

Ikhwan Mulyadi menjadi orang pertama yang meraih tangan Suderajat sambil menundukkan kepala. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada istri Suderajat. Selanjutnya Babinsa Serda Heri Purnomo juga meminta maaf kepada Suderajat.

Pertemuan itu dihadiri Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, dan Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei.

Suderajat menyebut peristiwa pemukulan dan penganiayaan tersebut sebagai ujian hidup yang ia terima dengan lapang dada. “Pada (minta) maaf semua, (saya) ikhlas. Namanya musibah kan, Allah Maha kuasa udah tahu,” kata Suderajat.

Suderajat menerima permohonan maaf tersebut dan berharap kejadian yang dialaminya dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan dan hanya berharap bisa kembali berjualan dengan tenang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya terima permintaan maafnya. Mudah-mudahan ke depan pedagang kecil seperti kami bisa diperlakukan lebih baik,” kata Suderajat.

Diberitakan, Suderajat menjadi korban penganiayaan setelah dituduh menjual es gabus berbahan spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026). Hari itu, Suderajat memulai aktivitas rutin yakni berangkat dari rumahnya di Bojonggede sekitar pukul 04.00 WIB untuk mengambil sekitar 150 es gabus dari produsen di wilayah Depok Lama. Suderajat lalu naik KRL menuju Kemayoran.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Suderajat dihampiri sejumlah pria. Awalnya mereka membeli es gabus lalu es tersebut dibuang. Suderajat pun dituduh menjual es yang mengandung racun. “Katanya es itu basi, es racun, lalu dilempar ke muka saya,” ungkapnya.

Suderajat mengaku dipukul menggunakan tongkat rotan. Pelaku pemukulan adalah warga serta Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan serta Babinsa TNI Serda Heri Purnomo.

Suderajat baru kembali ke rumah pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Seluruh barang dagangannya rusak dan tidak bisa dijual kembali. Sejak kejadian itu, ayah lima anak ini memilih berhenti sementara dari aktivitas berjualan karena masih merasa trauma.

Tuduhan es gabus beracun ini bermula dari laporan M Arief Fadillah (43), warga Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia melaporkan dugaan penjualan es gabus berbahan spons melalui call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Sementara, hasil pemeriksaan tim Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya, es gabus tersebut aman dan layak dikonsumsi. (gaa)