Home - Megapolitan - UHC Award 2026 Diraih Kota Bogor, Bukti Layanan Kesehatan Warga Terjaga

UHC Award 2026 Diraih Kota Bogor, Bukti Layanan Kesehatan Warga Terjaga

Kota Bogor kembali meraih UHC Award 2026 kategori Pratama dengan kepesertaan JKN di atas 98 persen, sejalan dengan target nasional 99 persen

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:17 WIB
UHC Award 2026 Diraih Kota Bogor, Bukti Layanan Kesehatan Warga Terjaga
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dianugerahi Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 kategori Pratama oleh pemerintah pusat melalui BPJS Kesehatan. foto: Humas kota bogor

HALLONEWS.COM – Konsistensi Kota Bogor menjaga Universal Health Coverage (UHC) di tengah target nasional 99 Persen JKN, patut diberi apresiasi.

Kota Bogor sebagai daerah yang stabil dan konsisten menjaga UHC. Hal inilah yang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dianugerahi Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 kategori Pratama oleh pemerintah pusat melalui BPJS Kesehatan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat penganugerahan UHC Award Tahun 2026 di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Usai menerima penghargaan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa Kota Bogor telah beberapa kali meraih penghargaan UHC.

“Kota Bogor Alhamdulillah mendapat kategori Pratama dengan tingkat kepesertaan di atas 98 persen dan tingkat keaktifan di atas 80 persen,” kata Erna.

Kota Bogor kembali meraih penghargaan UHC setelah sebelumnya pada 2024 juga mendapatkan penghargaan yang sama. UHC Award merupakan apresiasi dari BPJS Kesehatan kepada kabupaten/kota yang memiliki komitmen dalam pencapaian UHC.

humas-bogor1
Kota Bogor yang dinilai stabil dan konsisten menjaga UHC sehingga dianugerahi Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 kategori Pratama oleh pemerintah pusat melalui BPJS Kesehatan. foto: Humas Kota Bogor

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar mengatakan, pemerintah mencatat cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan tren positif.

Hingga 2025, sebanyak 98,6 persen penduduk atau sekitar 233,5 juta jiwa telah terdaftar sebagai peserta aktif. Pemerintah juga menargetkan jumlah peserta aktif meningkat menjadi 236,1 juta orang pada 2026.

Bahkan pada 2029, pemerintah menargetkan 99 persen penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan tingkat keaktifan minimal 83,5 persen.

“Keberhasilan ini untuk rakyat dan harus terus kita tingkatkan demi kesejahteraan masyarakat. Capaian ini harus dijaga bersama, tidak boleh ada pemerintah daerah yang turun peringkat UHC,” kata Muhaimin. (opy)