Kursi Wamenkeu Kosong, Sinyal Presiden Prabowo Siapkan Reshuffle Kabinet?
Kursi Wakil Menteri Keuangan kosong usai Thomas Djiwandono ke BI. Sejumlah pihak menilai ini bisa jadi sinyal awal reshuffle kabinet Presiden Prabowo.

HALLONEWS.COM – Kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) usai Thomas Djiwandono resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memicu spekulasi politik yang lebih luas.
Banyak pihak menilai, kondisi ini bukan sekadar transisi jabatan biasa, melainkan bisa menjadi indikasi awal reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat politik Arifki Chaniago menilai, meski bermula dari satu jabatan, dinamika politik sering kali membuat perubahan personalia merembet lebih luas.
“Dalam politik, kursi kosong jarang berhenti sebagai urusan teknis. Ia sering menjadi bola liar yang memicu evaluasi ke pos-pos lain,” kata Arifki kepada wartawan Rabu (28/1/2026).
Sektor keuangan merupakan tulang punggung pemerintahan, sehingga kekosongan Wamenkeu sangat mudah dibaca sebagai sinyal politik.
Presiden berpeluang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan penyesuaian, tidak hanya di Kementerian Keuangan, tetapi juga kementerian lain yang dianggap perlu penguatan.
“Kursi kosong di level strategis sering menjadi pintu masuk untuk penataan ulang. Bisa saja awalnya hanya pengisian wamen, tetapi kemudian berkembang menjadi reshuffle yang lebih luas,” ungkapnya.
Meski demikian, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden. Reshuffle bisa bersifat terbatas atau justru meluas, tergantung pada kebutuhan konsolidasi dan efektivitas pemerintahan ke depan.
Hingga kini, Istana belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana pengisian kursi Wamenkeu maupun kemungkinan perombakan kabinet lanjutan.
Namun, dinamika politik yang berkembang membuat isu reshuffle kembali menguat di ruang publik. (min)
