Home - Internasional - PBB: Bantuan Bertambah, Krisis Kemanusiaan Gaza Masih Sangat Mengkhawatirkan

PBB: Bantuan Bertambah, Krisis Kemanusiaan Gaza Masih Sangat Mengkhawatirkan

PBB menyebut kondisi kemanusiaan di Gaza masih mengerikan meski bantuan meningkat, dengan krisis pangan, tempat tinggal, dan korban anak akibat cuaca dingin.

Rabu, 28 Januari 2026 - 9:37 WIB
PBB: Bantuan Bertambah, Krisis Kemanusiaan Gaza Masih Sangat Mengkhawatirkan
Warga Palestina, termasuk anak-anak, menerima makanan hangat yang dibagikan lembaga amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah, di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk, 26 Januari 2026.Foto: CGTN for Hallonews

HALLONEWS.COM-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih berada pada kondisi mengerikan, meskipun aliran bantuan kemanusiaan dan perluasan layanan terus dilakukan di wilayah tersebut.

Dalam laporan terbarunya pada Rabu (28/1/2026), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengungkapkan bahwa ratusan ribu keluarga di Gaza masih menghadapi kesulitan ekstrem dalam memenuhi kebutuhan dasar.

OCHA mencatat bahwa PBB bersama para mitranya saat ini menyediakan roti setiap hari kepada sekitar 43 persen penduduk Gaza. Bantuan tersebut diberikan secara gratis atau dijual dengan harga subsidi kurang dari 1 dolar AS per paket roti seberat 2 kilogram.

Program distribusi roti harian ini melengkapi penyaluran tepung terigu bulanan yang diberikan langsung ke tingkat rumah tangga. Hingga Januari 2026, mitra kemanusiaan telah menjangkau sekitar 1,2 juta warga Gaza melalui paket bantuan pangan bulanan standar.

Selain bantuan pangan, OCHA melaporkan bahwa lembaganya bersama mitra kemanusiaan telah menjangkau lebih dari 7.500 keluarga dengan bantuan tempat tinggal darurat, berupa tenda, terpal, perlengkapan penyegelan, kasur, dan selimut. Sementara itu, sekitar 1.400 anak di berbagai wilayah Gaza menerima pakaian musim dingin.

Namun, kondisi cuaca dingin masih menimbulkan korban jiwa. OCHA mengonfirmasi bahwa seorang anak kembali meninggal dunia akibat hipotermia selama akhir pekan, sehingga total kematian anak yang terkait dengan cuaca dingin di Gaza kini mencapai 10 orang.

PBB menegaskan bahwa solusi jangka panjang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 1 juta warga yang memerlukan dukungan tempat tinggal. Kebutuhan mendesak tersebut mencakup peralatan perbaikan rumah, pembangunan ruang pemanas komunal, serta alat berat untuk membersihkan puing-puing dan reruntuhan guna membuka lahan bagi hunian sementara.

“Sejak Rabu lalu, mitra kemanusiaan yang memimpin sektor perlindungan telah menjangkau lebih dari 2.300 keluarga dengan bantuan voucher tunai dan perlengkapan musim dingin,” ujar OCHA.

Selain itu, mereka juga memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial, serta layanan manajemen kasus kepada ratusan warga terdampak.

Dalam laporan terpisah yang dirilis Jumat lalu, OCHA juga menyampaikan peringatan dari mitra perlindungan global terkait situasi di Tepi Barat. Laporan tersebut menyoroti bahwa penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan Israel telah menyebabkan tingginya angka korban tewas dan luka-luka, khususnya di kalangan pria dan anak laki-laki Palestina.

Laporan itu menekankan perlunya respons internasional yang kuat dan berfokus pada perlindungan warga sipil, sekaligus menyerukan pembebasan warga Palestina yang ditahan secara sewenang-wenang. (ren)