Ketua Pengadilan Tinggi Banten Purna Tugas, Mahkamah Agung Gelar Wisuda Resmi di Serang
Mahkamah Agung RI akan menggelar Wisuda Purna Bhakti Ketua PT Banten pada 30 Januari 2026. Acara resmi digelar sederhana sebagai bentuk penghormatan institusi.

HALLONEWS.COM — Pengadilan Tinggi (PT) Banten dijadwalkan menggelar Wisuda Purna Bhakti Ketua Pengadilan Tinggi Banten pada Jumat (30/1/2026).
Acara ini akan menjadi momen penghormatan institusional atas pengabdian pimpinan peradilan yang memasuki masa purna tugas, sekaligus dirangkaikan dengan agenda mutasi dua pejabat di lingkungan peradilan.
Prosesi wisuda purna bhakti tersebut akan dibuka langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia dan merupakan agenda resmi Mahkamah Agung (MA).
Humas PT Banten, H. Sarpin Rizaldi, M.H, menjelaskan bahwa seluruh konsep dan pelaksanaan acara berada sepenuhnya di bawah kewenangan Mahkamah Agung. Pengadilan Tinggi Banten hanya bertugas sebagai tuan rumah dengan menyiapkan lokasi kegiatan.
“Mulai dari protokol acara, susunan kegiatan, juru bicara, hingga pembawa acara semuanya ditentukan oleh Mahkamah Agung. Kami di PT Banten hanya menyiapkan tempat pelaksanaannya,” ujar Sarpin Rizaldi, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, wisuda purna bhakti Ketua Pengadilan Tinggi merupakan kewajiban institusional yang secara konsisten dilaksanakan Mahkamah Agung setiap kali pimpinan pengadilan tinggi memasuki masa pensiun atau mengakhiri masa tugas.
“Wisuda ini adalah bentuk penghormatan negara dan institusi peradilan atas pengabdian seorang Ketua Pengadilan Tinggi selama menjalankan tugasnya,” jelasnya.
Sarpin menambahkan, penentuan tamu undangan juga sepenuhnya menjadi kewenangan Mahkamah Agung. Sejumlah unsur penting dijadwalkan hadir, mulai dari jajaran Mahkamah Agung, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga Gubernur Banten dan pihak terkait lainnya.
“Kegiatan ini hampir serupa dengan wisuda purna bhakti Ketua PT Banten sebelumnya yang juga dilaksanakan oleh Mahkamah Agung,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Mahkamah Agung menekankan agar acara digelar secara sederhana dan tidak berlebihan. Bahkan, pimpinan dan jajaran Mahkamah Agung yang hadir dari Jakarta menuju Banten direncanakan menggunakan bus bersama tanpa membawa kendaraan pribadi.
“Kesederhanaan menjadi prinsip utama. Pimpinan dan jajaran MA dari Jakarta ke Banten menggunakan bus bersama,” ungkap Sarpin.
Ia berharap seluruh rangkaian acara yang telah dijadwalkan dapat berjalan lancar dan khidmat, mengingat agenda wisuda tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mahkamah Agung dari beberapa daerah sebelumnya.
“Jadwal sudah ditetapkan oleh Mahkamah Agung setelah rangkaian kegiatan dari Lampung dan Jakarta. Kami berharap seluruh kegiatan berjalan baik dan sesuai rencana,” pungkasnya.(yur)
