Home - Megapolitan - Jawa Barat Siaga Cuaca Ekstrem, Pesawat TNI AU Diterjunkan Redam Ancaman Bencana

Jawa Barat Siaga Cuaca Ekstrem, Pesawat TNI AU Diterjunkan Redam Ancaman Bencana

BMKG bersama Pemprov Jawa Barat menggelar Operasi Modifikasi Cuaca selama lima hari untuk menekan risiko banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem.

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:45 WIB
Jawa Barat Siaga Cuaca Ekstrem, Pesawat TNI AU Diterjunkan Redam Ancaman Bencana
Petugas gabungan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Bandung. Foto/BMKG for Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BPBD, serta TNI Angkatan Udara resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat.

Operasi ini berlangsung hingga 29 Januari 2026, dengan pusat kegiatan di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Bandung. Langkah ini diambil menyusul prediksi meningkatnya intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah rawan.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyebut OMC sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi curah hujan tinggi sebelum awan masuk ke kawasan padat penduduk di Jawa Barat.

“Operasi ini bertujuan memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan longsor, dengan mengendalikan distribusi hujan agar tidak terkonsentrasi di satu wilayah,” kata Budi, sebagaimana dilansir dari website BMKG, Selasa (27/1/2026).

Dalam pelaksanaan hari pertama, TNI Angkatan Udara mengerahkan satu unit pesawat Cassa 212 dengan nomor registrasi A-2107. Pesawat tersebut melakukan sorti pertama pada pukul 09.50 WIB dengan sasaran penyemaian awan di wilayah Jatiluhur.

Menurut Budi, operasi ini memiliki dampak langsung terhadap penanganan bencana di lapangan, khususnya untuk memperlancar evakuasi dan distribusi bantuan logistik di daerah terdampak longsor.

“Langkah ini sangat membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan, terutama di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, yang terdampak tanah longsor,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan operasi ini merupakan instruksi langsung Gubernur Jawa Barat sebagai langkah proaktif melindungi keselamatan warga.

“Kami menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai solusi teknis untuk mengendalikan intensitas hujan di titik-titik rawan. Tujuannya agar proses evakuasi berjalan maksimal dan bantuan logistik dapat menjangkau warga tanpa hambatan cuaca ekstrem,” ujar Herman.

Meski operasi tengah berlangsung, Pemprov Jawa Barat dan BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga diminta terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun saluran resmi pemerintah daerah.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing guna meminimalkan risiko banjir lokal. “Tenang, tapi tetap waspada. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tutupnya. (dul)