Rekam Jejak Thomas Djiwandono: Dari Wartawan hingga Deputi Gubernur BI, Hartanya Tembus Rp74,5 Miliar
Profil lengkap Thomas Djiwandono, perjalanan karier dari wartawan, Wakil Menteri Keuangan hingga Deputi Gubernur Bank Indonesia, termasuk rincian harta kekayaan Rp74,5 miliar.

HALLONEWS.COM – Nama Thomas Djiwandono kembali menjadi sorotan publik. Wakil Menteri Keuangan yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto ini dipastikan melangkah ke level strategis berikutnya di dunia moneter nasional sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Thomas disahkam sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat paripurna ke-12 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Saan Mustopa.
Tommy panggilan akrab Thomas Djiwandono telah dinyatakan lolos fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan oleh Komisi XI DPR.
Hadir pula dalam rapat paripurna tersebut Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. Mulanya, Ketua Komisi XI DPR Misbakhun melaporkan hasil fit and proper test terhadap Tommy yang digelar pada Senin (26/1) lalu.
Kemudian, Saan yang memimpin rapat paripurna menanyakan persetujuan kepada anggota Dewan yang hadir. Anggota DPR yang hadir pun kompak mengesahkan Tommy Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI.
“Apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI tersebut, apakah dapat disetujui?” tanya Saan yang dijawab setuju oleh anggota DPR.
Thomas Djiwandono akrab disapa Tommy lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia berasal dari keluarga dengan rekam jejak panjang di dunia ekonomi dan perbankan nasional.
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, sementara dari garis keluarga besar, Thomas merupakan cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).
Pendidikan Thomas terbilang kuat di bidang global dan ekonomi. Ia meraih gelar Sarjana Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, serta Magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University.
Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan pada 1993, sebelum beralih ke dunia keuangan sebagai analis di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, ia bergabung dengan Arsari Group, perusahaan milik pamannya Hashim Djojohadikusumo, dan menjabat sebagai Deputy CEO di sektor agribisnis.
Di ranah politik, Thomas sempat aktif di Partai Gerindra, termasuk menjabat Bendahara Umum selama sekitar 17 tahun. Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Kalimantan Barat.
Namun, pada Maret 2025, Thomas menyatakan mundur dari jabatan bendahara dan resmi keluar dari partai pada 31 Desember 2025.
Sebelumnya, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di era Presiden Joko Widodo, dan tetap dipercaya melanjutkan tugas tersebut di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 23 Januari 2025 untuk periode 2024, Thomas tercatat memiliki total kekayaan Rp74,5 miliar.
Rincian harta kekayaannya meliputi:
– Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp40,57 miliar
– Tiga unit mobil mewah dengan total nilai lebih dari Rp4,2 miliar
– Harta bergerak lainnya sebesar Rp1,8 miliar
– Surat berharga senilai Rp13,07 miliar
– Kas dan setara kas mencapai Rp14,82 miliar
Dengan pengalaman lintas sektor—jurnalistik, keuangan, bisnis, politik, hingga pemerintahan—Thomas Djiwandono kini bersiap memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter Indonesia dari kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia. (min)
