23 Prajurit TNI AL Tertimbun Longsor di Bandung Barat, Ini Kronologisnya
Longsor akibat hujan ekstrem menimpa area latihan Marinir TNI AL di Jawa Barat. KSAL ungkap kendala evakuasi dan pencarian korban

HALLONEWS.COM – Sebanyak 81 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kabupaten Badung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Dari jumlah tersebut, 23 orang adalah anggota Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan, jika puluhan anggota Marinir TNI AL tersebut tertimbun longsor dan hingga kini, masih dalam proses pencarian.
“Atas izin Bapak Menhan dan Bapak Panglima, saya menyampaikan terkait dengan kejadian bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, di Desa Soreang, memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor,” kata Laksamana Ali kepada wartawan Senin (26/1/2026).
Menurut Laksamana Ali, hingga kini sudah ada 4 personel yang menjadi korban telah ditemukan. Namun, lainnya belum ditemukan, sehingga masih dilakukan upaya pencarian.
Ia mengakui, sulitnya alat berat masuk ke lokasi kejadian, karena akses jalan yang kecil.
“Alat berat belum bisa masuk karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Yang kita lakukan sekarang, melakukan pencarian dengan teknologi, dengan drone, dan juga menggunakan thermal, juga anjing pelacak,” ujarnya.
Kronologis puluhan anggota Marinir tersebut tertimbun longsor menurut Laksamana Ali, ketika mereka tengah melakukan latihan dalam rangka persiapan penugasan untuk pengamanan perbatasan RI dan Papua Nugini.
“Jadi personil ini sedang melaksanakan latihan pratugas. Mereka akan dikirim melaksanakan pam (pengamanan) perbatasan RI-PNG,” katanya.
Saat menjalani latihan, kondisi hujan lebat selama dua malam. Tingginya debit air, membuat tanah labil dan tak kuat lagi menahan derasnya air, hingga akhirnya longsor.
Longsor ini menimpa rumah penduduk satu desa, dimana wilayah ini menjadi tempat latihan para prajurit. (opy)
