Home - Internasional - Kremlin: Negosiasi Ukraina–Rusia Berlanjut Pekan Depan, Donbas Masih Jadi Batu Sandungan

Kremlin: Negosiasi Ukraina–Rusia Berlanjut Pekan Depan, Donbas Masih Jadi Batu Sandungan

Kremlin memastikan negosiasi damai Ukraina–Rusia berlanjut pekan depan di Abu Dhabi. Kendali Donbas masih menjadi isu utama yang belum terselesaikan.

Senin, 26 Januari 2026 - 22:22 WIB
Kremlin: Negosiasi Ukraina–Rusia Berlanjut Pekan Depan, Donbas Masih Jadi Batu Sandungan
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan keterangan pers terkait kelanjutan negosiasi damai Ukraina dan Rusia. Foto: CGTN for Hallonews

HALLONEWS.COM-Putaran lanjutan perundingan perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi Amerika Serikat dijadwalkan akan berlangsung pekan depan di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab. Kepastian itu disampaikan Kremlin pada Senin (26/1/2026), sembari menegaskan bahwa perbedaan mendasar terkait kendali wilayah Donbas masih belum terselesaikan.

Mengutip kantor berita TASS, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pembicaraan trilateral—melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat, akan berlanjut dalam waktu dekat, meski belum ada tanggal pasti yang ditetapkan.

Peskov menilai putaran pertama perundingan, yang berakhir pada Sabtu lalu, berlangsung dalam “semangat konstruktif.” Namun ia menekankan bahwa Rusia tetap bersikap realistis terhadap tantangan yang ada.

“Ini adalah isu yang sangat kompleks, dengan agenda yang juga sangat kompleks. Masih banyak pekerjaan penting yang harus dilakukan,” kata Peskov.

Donbas Jadi Isu Utama

Kendali atas wilayah Donbas kembali menjadi titik krusial dalam perundingan. Moskow bersikeras agar Ukraina menyerahkan wilayah tersebut, yang saat ini lebih dari 90 persen dikuasai pasukan Rusia. Sebaliknya, Kyiv menegaskan bahwa integritas teritorial Ukraina tidak dapat dinegosiasikan dalam bentuk apa pun.

Peskov menyatakan posisi Rusia merujuk pada apa yang disebut “Formula Anchorage.”

“Posisi kami sudah sangat jelas. ‘Formula Anchorage’ telah dibahas, dan kesepahaman tertentu telah dicapai dengan para negosiator Amerika serta Presiden Trump,” ujarnya. “Bagian dari formula tersebut yang menyangkut isu teritorial sangat penting bagi pihak Rusia.”

“Formula Anchorage” merujuk pada kerangka kesepakatan yang dicapai antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di Alaska pada Agustus lalu. Berdasarkan laporan sebelumnya, kerangka itu mengusulkan pemberian kendali penuh Donbas kepada Rusia, sementara garis depan di wilayah timur dan selatan Ukraina lainnya dibekukan.

Sebelumnya, ketiga negara telah menyelesaikan konsultasi keamanan selama dua hari di Abu Dhabi pada 24 Januari. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menulis di platform X bahwa pembicaraan tersebut berlangsung “konstruktif.”

Penilaian serupa disampaikan Utusan Khusus AS Steve Witkoff, yang menyebut diskusi berjalan positif dan bahwa “rencana telah dibuat” untuk melanjutkan perundingan pada pekan berikutnya.

Meski tekanan internasional untuk mengakhiri konflik terus meningkat, perbedaan tajam terkait wilayah Donbas membuat masa depan perundingan damai Ukraina–Rusia masih diliputi ketidakpastian. (ren)