Home - Internasional - Negosiasi Ukraina Memanas, Rusia Sebut AS Berpacu dengan Waktu di Abu Dhabi

Negosiasi Ukraina Memanas, Rusia Sebut AS Berpacu dengan Waktu di Abu Dhabi

Negosiasi Ukraina memanas di Abu Dhabi. Kremlin menyebut Amerika Serikat berpacu dengan waktu dan mendorong penerapan “formula Anchorage” sebagai kunci penyelesaian Donbass.

Minggu, 25 Januari 2026 - 21:45 WIB
Negosiasi Ukraina Memanas, Rusia Sebut AS Berpacu dengan Waktu di Abu Dhabi
Delegasi Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat menggelar pertemuan trilateral di Abu Dhabi untuk membahas penyelesaian konflik Ukraina. Foto: Sputnik for Hallonews

HALLONEWS.COM– Rusia menilai Amerika Serikat tengah berpacu dengan waktu dalam upaya memediasi penyelesaian konflik Ukraina. Penilaian tersebut disampaikan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov di tengah berlanjutnya negosiasi trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

“Amerika, sebagai mediator, berpacu dengan waktu. Mereka terburu-buru. Hal itu bisa dipahami,” kata Peskov, Minggu (25/1/2026).

Peskov menyebut dinamika perundingan saat ini sangat tinggi, seiring upaya Washington mendorong kemajuan cepat dalam proses penyelesaian konflik. Ia menegaskan bahwa pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff memiliki arti strategis, terutama sebagai landasan pemberian arahan kepada kelompok kerja sebelum pembicaraan lanjutan di Abu Dhabi.

Menurut Peskov, Presiden Putin tidak membatasi waktu dalam menjalankan negosiasi serius, termasuk ketika pertemuan dengan Witkoff berlangsung hingga larut malam di Kremlin. Hal tersebut, kata dia, mencerminkan keseriusan Moskow dalam merespons perkembangan diplomasi yang tengah berlangsung.

Kremlin juga menyoroti pentingnya penerapan “formula Anchorage”, yakni kerangka penyelesaian masalah teritorial Ukraina yang dikembangkan dalam dan menjelang KTT Rusia–Amerika Serikat di Anchorage. Formula ini dinilai menjadi kunci utama untuk mendorong kemajuan signifikan dalam proses perdamaian.

“Ini bukan proses yang cepat. Namun pada kenyataannya, inti dari situasi saat ini adalah bahwa formula tertentu untuk menyelesaikan masalah teritorial telah dikembangkan di Anchorage. Sekarang sangat penting untuk menerapkannya,” ujar Peskov. Ia menambahkan bahwa implementasi formula tersebut diyakini dapat mempercepat proses penyelesaian konflik Ukraina.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA mengonfirmasi bahwa delegasi Rusia dan Ukraina melakukan komunikasi langsung selama dua hari perundingan di Abu Dhabi. Dalam pernyataan resminya, UEA menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam memfasilitasi negosiasi terkait Ukraina, serta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif perdamaian.

Negosiasi tersebut berfokus pada elemen-elemen yang masih belum terselesaikan dari usulan kesepakatan yang diajukan Amerika Serikat. Pertemuan kerja trilateral itu dihadiri oleh Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner. Delegasi AS juga mencakup Komisioner Layanan Akuisisi Federal Josh Gruenbaum, Menteri Angkatan Darat AS Daniel Driscoll, serta Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa Jenderal Alexus Grynkewich.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Rusia dan Ukraina duduk berhadapan di meja negosiasi berbentuk huruf U, sementara delegasi Amerika Serikat menempati posisi tengah sebagai mediator.

Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan trilateral antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia di Abu Dhabi berlangsung produktif dan akan dilanjutkan. Namun demikian, laporan NBC News menyebutkan bahwa kendala utama dalam perundingan masih berkisar pada masa depan wilayah Donbass.

Menjelang pertemuan pertama kelompok kerja trilateral, Kremlin kembali menegaskan sikap tegas Rusia terkait Donbass. Moskow menilai penarikan penuh militer Ukraina dari wilayah tersebut merupakan syarat mutlak untuk mengakhiri konflik.

“Posisi Rusia sudah diketahui dengan jelas: Ukraina dan angkatan bersenjatanya harus meninggalkan Donbass. Mereka harus ditarik. Ini adalah syarat yang sangat penting,” tegas Peskov.

Kremlin menolak mengungkapkan rincian kerangka negosiasi secara terbuka dengan alasan sensitivitas diplomatik. Peskov menegaskan bahwa kelompok kerja keamanan Rusia telah menerima instruksi langsung dari Presiden Vladimir Putin sebelum berpartisipasi dalam pembicaraan di Abu Dhabi. (ren)