Polisi Evakuasi 16 Kantong Jenazah dari Longsor di Cisarua Bandung Barat
Tim gabungan telah mengevakuasi 16 kantong jenazah dari lokasi bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

HALLONEWS.COM – Bencana tanah longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Sejumlah warga diperkirakan tertimbun tanah longsor.
Hingga Minggu (25/1/2026), tim gabungan telah mengevakuasi 16 kantong jenazah dari lokasi bencana. Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan jenazah yang ditemukan terdiri atas orang dewasa dan lanjut usia.
“Total ada 16 kantong jenazah yang sudah dievakuasi,” ujar Hendra Rochmawan, Minggu (25/1/2026). Hendra menambahkan, 9 jenazah telah diidentifikasi, mereka terdiri atas 5 pria dan 4 perempuan.
Diberitakan, longsor terjadi Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIBsetelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Material tanah, batu, dan lumpur dari lereng bukit runtuh dan menimpa permukiman warga yang berada di bawahnya.
Data sementara dari Basarnas dan BPBD Jawa Barat, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai 10 orang. Sementara itu, sekitar 80 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun longsoran.
BPBD juga melaporkan sebanyak 23 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sebagian di antaranya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Total warga terdampak dalam peristiwa ini diperkirakan lebih dari 100 jiwa.
Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan sekitar 250 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan. Tim SAR juga mengerahkan alat berat dan anjing pelacak untuk mempercepat proses pencarian korban.
Namun, upaya evakuasi menghadapi sejumlah kendala, antara lain medan yang sulit, ketebalan lumpur, serta kondisi tanah yang masih labil. Hujan yang masih turun di lokasi juga meningkatkan risiko longsor susulan dan membatasi pergerakan alat berat.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status darurat bencana guna mempercepat penanganan, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan, dan pengungsian warga dari zona rawan.
Sejumlah pejabat pusat dan daerah telah meninjau lokasi bencana. Pemerintah memastikan proses pencarian korban akan terus dilanjutkan hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang ditemukan. (gaa)
