Home - Megapolitan - Pencurian di SDN Kalibaru 1 Depok Ganggu Sarana Belajar, Polisi Selidiki Aksi Komplotan

Pencurian di SDN Kalibaru 1 Depok Ganggu Sarana Belajar, Polisi Selidiki Aksi Komplotan

Pencurian di SDN Kalibaru 1 Depok mengakibatkan sejumlah laptop dan proyektor sekolah raib, mengganggu sarana belajar siswa. Polisi kini melakukan penyelidikan melalui saksi dan rekaman CCTV.

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:00 WIB
Pencurian di SDN Kalibaru 1 Depok Ganggu Sarana Belajar, Polisi Selidiki Aksi Komplotan
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi (Hallonews/Janter)

HALLONEWS.COM– Aktivitas belajar mengajar di SDN Kalibaru 1, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, terganggu akibat pencurian sejumlah barang inventaris sekolah.

Aksi pencurian tersebut diduga terjadi pada Kamis (22/1/2026) dini hari dan baru terungkap saat petugas sekolah datang untuk memulai aktivitas pagi.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.40 WIB. Petugas sekolah mendapati kondisi ruang kantor dan ruang guru dalam keadaan tidak terkunci, dengan pintu serta tralis menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat dicongkel.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menjelaskan, temuan awal tersebut langsung menimbulkan kecurigaan adanya tindak kriminal di lingkungan sekolah. Petugas kemudian menghubungi pihak terkait untuk memastikan kondisi sekolah.

Setelah dilakukan pengecekan bersama, pihak sekolah menelusuri rekaman kamera pengawas. Dari hasil pemeriksaan CCTV, terlihat adanya aktivitas mencurigakan yang mengarah pada aksi pencurian.

“Kondisi ruangan sudah berantakan dan sejumlah barang inventaris sekolah tidak lagi berada di tempat,” ujar Made.

Adapun barang yang hilang meliputi beberapa unit proyektor dan laptop yang selama ini digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.

Di antaranya dua proyektor merek Epson, tiga proyektor BenQ, serta delapan unit laptop dari berbagai merek.

Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukmajaya untuk ditindaklanjuti. Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi serta mendalami rekaman CCTV guna mengungkap pelaku.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan lebih dari satu orang,” pungkas Made.(jan)