Home - Nasional - Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp52,12 Triliun untuk Program Pendidikan 2026

Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp52,12 Triliun untuk Program Pendidikan 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan sejumlah program prioritas pendidikan pada tahun anggaran 2026 dengan total pagu anggaran sebesar Rp52,12 triliun. Fokus utama kebijakan tersebut diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses, serta penguatan karakter peserta didik di seluruh Indonesia. Rencana program tersebut dipaparkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul...
Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:34 WIB
Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp52,12 Triliun untuk Program Pendidikan 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Kemendikdasmen)

HALLONEWS.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan sejumlah program prioritas pendidikan pada tahun anggaran 2026 dengan total pagu anggaran sebesar Rp52,12 triliun.

Fokus utama kebijakan tersebut diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses, serta penguatan karakter peserta didik di seluruh Indonesia.

Rencana program tersebut dipaparkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR RI dalam mengawal kebijakan dan alokasi anggaran sektor pendidikan.

Untuk mendukung agenda Pendidikan Bermutu untuk Semua, Kemendikdasmen akan menjalankan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan target 11.744 sekolah.

Selain itu, upaya digitalisasi pembelajaran akan menjangkau 288.865 satuan pendidikan, melalui pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran dan penguatan konten digital.

Dari sisi pemerataan akses pendidikan, pemerintah memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang PAUD dengan sasaran 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) juga menjadi perhatian, dengan target 191.697 anak pada 2026. Tahun depan, Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga direncanakan mulai diterapkan pada jenjang SD dan SMP.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan menjadi agenda penting lainnya. Kemendikdasmen menargetkan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan di berbagai bidang, mulai dari pembelajaran mendalam, STEM, literasi dan numerasi, hingga kepemimpinan sekolah.

Selain itu, 41.692 guru ditargetkan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta 150 ribu guru akan didorong meningkatkan kualifikasi akademik S1/D4 secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga menaikkan insentif guru non-ASN menjadi Rp400 ribu per bulan bagi 798.905 guru di seluruh Indonesia.

Di bidang pembentukan karakter, Kemendikdasmen akan memperkuat kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), pengembangan budaya belajar yang aman dan nyaman, Gerakan Rukun Sama Teman, serta layanan pendidikan inklusif.

Program ini melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Sementara itu, dalam upaya pelestarian bahasa dan peningkatan literasi, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 peserta, serta pencetakan dan distribusi buku bacaan bermutu ke 27.627 sekolah dasar dan menengah pertama.

Untuk mendukung arahan Presiden Republik Indonesia, Kemendikdasmen juga merencanakan perluasan program strategis melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT), termasuk pembangunan dan revitalisasi 60.000 satuan pendidikan serta pengadaan papan interaktif digital di sekolah. Pemerintah juga akan memberikan bantuan buku tulis dan alat tulis bagi siswa kelas awal SD guna memperkuat kemampuan literasi menulis.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyampaikan apresiasi atas kinerja Kemendikdasmen pada tahun anggaran sebelumnya dan menyatakan dukungan terhadap program 2026. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan amanat undang-undang dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Melalui perencanaan yang terarah dan pengelolaan anggaran yang terukur, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan pendidikan yang berdampak nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh anak Indonesia. (ver)