Ribuan Massa Gelar Aksi “ICE Out of Minnesota” di Minneapolis, Ketegangan Meningkat Usai Penembakan Warga
Ribuan massa menggelar aksi “ICE Out of Minnesota” di Minneapolis usai penembakan warga oleh agen ICE. Demonstrasi berlangsung damai di tengah suhu ekstrem.

HALLONEWS.COM – Ribuan pengunjuk rasa anti-ICE (Immigration and Customs Enforcement) memadati kawasan pusat Kota Minneapolis, Minnesota, pada Jumat (23/1/2026) waktu setempat. Aksi ini dipusatkan di luar pintu masuk Target Center setelah pawai bertajuk “ICE Out of MN: Day of Truth and Freedom” yang menyerukan penghentian penegakan hukum imigrasi federal di kota yang dikenal sebagai basis kuat Partai Demokrat.
Massa memulai pawai dari The Commons di pusat Kota Minneapolis sebelum bergerak menuju Target Center. Aksi ini melibatkan aktivis hak imigran, tokoh agama, serta warga sipil dari berbagai latar belakang.
Ketegangan di Minneapolis meningkat sejak insiden penembakan fatal terhadap Renee Nicole Good pada 7 Januari lalu, yang diduga dilakukan oleh seorang agen ICE. Peristiwa tersebut menjadi pemicu utama gelombang protes, dengan para penyelenggara aksi menyerukan mogok kerja, tidak bersekolah, serta boikot belanja selama sehari penuh sebagai bentuk perlawanan sipil.
Dalam pawai tersebut, peserta membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan pesan protes seperti “Silence is more dangerous than frostbite,” “Justice for Renee Good,” hingga slogan bernada satir yang mengkritik kebijakan imigrasi federal. Di tengah suhu ekstrem yang mencapai minus 20 derajat Celsius, massa tetap bertahan sambil meneriakkan yel-yel, antara lain, “Rise up, fight back,” “What do we want? ICE out! When do we want it? Now!” serta “The people united will never be defeated.”
Sejumlah jembatan penyeberangan di sekitar lokasi dipenuhi warga yang menyaksikan pawai, melambaikan tangan sebagai bentuk dukungan kepada para demonstran.
Setibanya di dalam Target Center, rekaman video menunjukkan sekelompok demonstran mengoordinasikan aksi di dalam arena dengan membawa spanduk dan duduk di kursi stadion. Diduga, sebagian dari mereka masuk ke arena untuk menghangatkan diri dari cuaca ekstrem di luar.
Meski demonstrasi berlangsung relatif damai, aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan. Wartawan di lokasi melaporkan adanya pos pemeriksaan keamanan dengan detektor logam yang dipasang di sekitar pintu masuk arena.
Anggota Dewan Kota Minneapolis dari Distrik 7, Elizabeth Shaffer, melalui akun media sosial X, memuji besarnya partisipasi warga dalam aksi tersebut.
“Ribuan orang hadir hari ini untuk berpawai damai di pusat kota Minneapolis dan berunjuk rasa di Target Center untuk menuntut: ICE keluar dari Minnesota sekarang!” tulis Shaffer.
Ia juga membagikan foto dari dalam arena yang memperlihatkan layar Jumbotron bertuliskan “ICE OUT OF MINNESOTA,” dengan sebagian besar kursi terlihat kosong di latar belakang.
Sementara itu, aksi ini berlangsung di tengah tekanan politik yang meningkat dari pemerintah federal. Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance dilaporkan meminta Minneapolis untuk “berhenti melawan” ICE, seiring Gedung Putih memperkuat kebijakan penegakan imigrasi. Pengadilan banding juga baru-baru ini memberikan kemenangan hukum bagi pemerintahan Presiden Donald Trump terkait pembatasan operasi ICE di Minnesota.
Perkembangan situasi di Minneapolis masih terus dipantau seiring meningkatnya ketegangan antara pemerintah federal dan otoritas lokal. (ren)
