Jelang Arsenal vs Manchester United, Arteta Dihadapkan Opsi Berbeda di Lini Depan
Mikel Arteta dihadapkan pilihan strategi di lini depan Arsenal jelang laga kontra Manchester United. Performa Gabriel Jesus dan Viktor Gyokeres menegaskan peran ideal masing-masing.

HALLONEWS.COM – Arsenal kembali mendapat sinyal positif dari lini serang mereka jelang duel krusial melawan Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026).
Performa Gabriel Jesus dan Viktor Gyokeres saat kemenangan 3-1 atas Inter Milan di Liga Champions justru memperjelas peran ideal masing-masing, bukan menciptakan dilema bagi Mikel Arteta.
Dalam laga tersebut, Arsenal tampil lebih cair dan dinamis ketika Gabriel Jesus dipercaya sebagai ujung tombak sejak awal. Striker asal Brasil itu berperan besar dalam gol pembuka lewat rangkaian umpan cepat yang jarang terlihat dari Arsenal musim ini.
Umpan cerdiknya kepada Mikel Merino sebelum menuntaskan peluang dengan insting tajam menjadi bukti kontribusinya dalam permainan terbuka.
Jesus tak hanya hadir sebagai pencetak gol. Ia aktif turun ke sisi lapangan, membuka ruang bagi Bukayo Saka dan Eberechi Eze, menghubungkan lini tengah dengan sayap, hingga sesekali menusuk langsung ke kotak penalti lawan.
Penampilan tersebut mengingatkan publik Emirates pada versi terbaik Jesus saat awal kedatangannya dari Manchester City pada 2022, sebelum cedera menghambat konsistensinya.
Sementara itu, Viktor Gyokeres kembali menunjukkan kekuatan utamanya ketika masuk dari bangku cadangan. Saat Inter Milan berusaha menyamakan kedudukan, penyerang asal Swedia itu memanfaatkan ruang kosong dalam skema serangan balik. Umpan terobosan Gabriel Martinelli diselesaikan dengan klinis, menghadirkan gol yang sulit direplikasi oleh Jesus.
Statistik musim ini turut menegaskan perbedaan karakter keduanya. Arsenal memang meraih 13 kemenangan dari 17 laga liga saat Gyokeres menjadi starter, namun produktivitas dari permainan terbuka relatif terbatas dan banyak bergantung pada situasi bola mati.
Sebaliknya, saat Arteta menurunkan Jesus atau Mikel Merino sebagai false nine, Arsenal kerap tampil lebih kreatif dan variatif dalam membangun serangan, seperti terlihat saat menghadapi Bayern Munich, Tottenham, dan Inter Milan.
Jelang laga kontra Manchester United, Arteta menyadari tantangan tidak akan mudah. Ia mewaspadai kebangkitan Setan Merah di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, terutama setelah kemenangan 2-0 atas Manchester City.
“Intensitas mereka meningkat dan terlihat jelas dari cara mereka bermain, khususnya di derby Manchester,” ujar Arteta melalui laman resmi klub.
Meski demikian, Arteta menegaskan Arsenal siap beradaptasi dan memanfaatkan keuntungan bermain di kandang. Kemenangan atas United akan semakin mengukuhkan posisi Arsenal di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin dari Manchester City.
Dari sisi kebugaran pemain, Arteta masih menunggu kondisi Riccardo Calafiori dan Piero Hincapie yang tengah dalam tahap pemulihan cedera. Sementara Kai Havertz hampir sepenuhnya fit dan siap menjadi opsi tambahan di lini depan.
Dengan performa impresif Jesus dan Gyokeres, Arteta kini bukan sekadar memilih siapa yang lebih baik, melainkan menentukan pendekatan terbaik sesuai kebutuhan laga. Fleksibilitas inilah yang bisa menjadi senjata utama Arsenal dalam perburuan gelar musim ini. (wib)
