Home - Ekonomi & Bisnis - Diplomasi Bisnis Non-Negara Menguat, Business Matching Indonesia–Korea Dorong Kolaborasi Sektor Strategis

Diplomasi Bisnis Non-Negara Menguat, Business Matching Indonesia–Korea Dorong Kolaborasi Sektor Strategis

Business Matching Indonesia–Korea di Seoul sukses digelar oleh IPC dan KEIND, membuka peluang kerja sama bisnis strategis dan memperkuat diplomasi ekonomi kedua negara.

Sabtu, 24 Januari 2026 - 6:00 WIB
Diplomasi Bisnis Non-Negara Menguat, Business Matching Indonesia–Korea Dorong Kolaborasi Sektor Strategis
Business Matching Indonesia–Korea yang digelar di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, 21 Januari 2026. (Dok KEIND)

HALLONEWS.COM — Di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut kolaborasi lintas negara, pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan menunjukkan peran strategisnya melalui Business Matching Indonesia–Korea yang digelar di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, 21 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata diplomasi bisnis non-negara yang mampu membuka peluang kerja sama konkret di berbagai sektor strategis.

Forum yang digagas International Partnership Collaborations (IPC) bersama Kamar Entrepreneurs Indonesia (KEIND) tersebut mempertemukan pengusaha, investor, dan pemimpin industri dari kedua negara dalam format pertemuan langsung berbasis kebutuhan sektor. Mulai dari pangan, manufaktur, distribusi, hingga teknologi dan aviasi, peluang kolaborasi dibahas secara spesifik dan terukur.

Berbeda dari forum bisnis seremonial, kegiatan ini dirancang untuk mendorong tindak lanjut nyata. Sejumlah pelaku usaha Indonesia mempresentasikan kesiapan bisnis dan skema kemitraan yang ditawarkan kepada mitra Korea Selatan. Langkah ini dinilai mempercepat proses penjajakan investasi dan kerja sama proyek bersama.

Momentum business matching ini juga ditandai dengan pelantikan Ketua Umum KEIND Korea Selatan, Patricia Sylvia Mamusung atau Patricia Yoon. Kehadiran struktur kepemimpinan KEIND di Korea Selatan dipandang sebagai penguatan ekosistem diaspora pengusaha Indonesia sekaligus jembatan permanen bagi kerja sama ekonomi bilateral.

Selain itu, pelantikan Ketua Umum KEIND Pusat Afdarizal Armasitha—yang juga pengurus KADIN Indonesia—memperlihatkan keterhubungan langsung antara komunitas pengusaha internasional dengan ekosistem bisnis nasional.

Sinergi ini membuka peluang penyelarasan agenda bisnis lintas negara dengan arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Dukungan dari tokoh bisnis dan pemerintahan Korea Selatan turut memperkuat optimisme forum ini.

Mantan Wali Kota Siheung, Lee Yeon Su, yang kini menjabat Chairman Muan Aviation, menilai kolaborasi Indonesia–Korea memiliki potensi besar, khususnya dalam proyek jangka panjang yang menggabungkan keunggulan sumber daya dan teknologi kedua negara.

Ketua Umum IPC, Patricia Yoon, menegaskan bahwa business matching ini dirancang sebagai platform berkelanjutan. Menurutnya, jejaring yang terbangun tidak berhenti pada pertemuan, melainkan diarahkan pada realisasi investasi, transfer teknologi, dan pengembangan pasar bersama.

“Kolaborasi pengusaha lintas negara kini menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia dan Korea Selatan memiliki banyak titik temu yang bisa dikembangkan melalui kemitraan bisnis yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Dengan dukungan penuh ACP Medianje sebagai sponsor dan penyelenggara, serta koordinasi panitia yang dipimpin Noh Seungguk, kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa peran komunitas pengusaha semakin krusial dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral Indonesia–Korea Selatan di luar jalur diplomasi formal.(gin)