Haji Isam Dikabarkan Siapkan Bursa Kripto Nasional, PGUN Berpotensi Berubah Haluan
Isu pendirian bursa kripto nasional oleh Haji Isam menguat. PGUN disebut berpotensi bertransformasi dari emiten sawit menjadi infrastruktur keuangan digital, membuka peluang re-rating valuasi saham.

HALLONEWS.COM – Konglomerat Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) bersama Happy Hapsoro dikabarkan tengah menyiapkan pendirian bursa kripto nasional. Dalam skenario yang beredar di kalangan pelaku pasar, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) disebut-sebut akan dijadikan kendaraan publik (listed vehicle) untuk merealisasikan proyek tersebut.
Isu ini menguat setelah muncul nama Pahala Mansury yang digadang-gadang akan terlibat sebagai figur kunci. Dengan latar belakang panjang di sektor perbankan dan keuangan, kehadiran Pahala dinilai pasar sebagai sinyal bahwa proyek ini akan dibangun dengan pendekatan institusional, bukan sekadar platform ritel biasa.
Sumber pasar menyebutkan PGUN tengah disiapkan untuk melakukan transformasi bisnis besar-besaran. Emiten yang selama ini dikenal berbasis perkebunan kelapa sawit dikabarkan akan melepaskan aset-aset CPO-nya, sementara aktivitas agribisnis dialihkan ke PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang juga berada dalam ekosistem Haji Isam.
Jika skenario ini terealisasi, PGUN berpotensi bertransformasi menjadi perusahaan infrastruktur keuangan digital murni (pure play digital financial infrastructure). Langkah ini tergolong jarang di Bursa Efek Indonesia, namun dianggap relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang merupakan salah satu pasar kripto terbesar di dunia, dengan puluhan juta investor aktif dan nilai transaksi harian yang terus bertumbuh.
Narasi tersebut semakin menarik perhatian pasar setelah Robinhood Markets Inc resmi masuk ke Indonesia melalui akuisisi perusahaan lokal yang juga bergerak di sektor kripto. Masuknya pemain global dipandang sebagai validasi bahwa Indonesia telah menjadi medan strategis baru bagi industri aset digital.
Menanggapi perkembangan ini, Yesaya Christofer, CEO Yes Invest, menilai bahwa jika transformasi tersebut benar-benar dikonfirmasi melalui aksi korporasi, maka PGUN berpotensi mengalami perubahan cara pandang pasar secara fundamental.
“Pasar biasanya memberi valuasi relatif rendah pada emiten sawit. Namun ketika narasi bisnis bergeser ke teknologi atau infrastruktur finansial, pendekatan valuasi akan berubah total. PGUN tidak lagi dinilai dari siklus harga CPO, tetapi dari potensi ekosistem, pertumbuhan volume, dan recurring income,” ungkap Chris.
Menurutnya, bursa kripto merupakan model bisnis berbasis volume dan biaya transaksi. Ketika ekosistem terbentuk, nilai perusahaan tidak lagi hanya bergantung pada laba jangka pendek, tetapi pada skala jaringan, likuiditas, dan posisi strategis dalam industri.
Dalam konteks tersebut, PGUN mulai dipandang pasar bukan lagi sekadar saham sawit, melainkan opsi terhadap masa depan industri kripto Indonesia. Jika pengalihan aset, restrukturisasi bisnis, dan masuknya mitra strategis benar-benar terealisasi, maka ruang re-rating valuasi menjadi sangat terbuka.
Chris juga menyoroti bahwa transformasi sektor sering kali diikuti rangkaian aksi korporasi seperti rights issue, strategic partnership, atau akuisisi lanjutan, yang secara historis kerap menjadi pemicu volatilitas dan pergerakan harga saham yang agresif.
“Bagi investor, PGUN kini bukan hanya bicara soal kinerja historis, tetapi tentang future value dan optionality. Selama narasi ini terus berkembang dan dibuktikan dengan eksekusi nyata, potensi pergerakan harga saham ke depan akan tetap terbuka,” ujarnya.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen PGUN terkait perubahan kegiatan usaha. Namun pasar mencermati bahwa langkah-langkah seperti pengalihan aset ke JARR, perubahan struktur manajemen, hingga potensi pendanaan baru berpotensi menjadi bagian dari fase awal transformasi.
Sebagai catatan, sebelumnya nama Haji Isam juga telah dikaitkan dengan bursa kripto PT Fortuna Integritas Mandiri yang mengelola International Crypto Exchange (ICEX). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi izin usaha bursa aset kripto tersebut telah resmi diterbitkan pada 5 Januari 2026.
Perkembangan ini semakin memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa ekosistem kripto yang sedang dibangun bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari peta besar industrialisasi aset digital di Indonesia.
Secara teknikal, saham PGUN ditutup menguat signifikan naik 19% di level Rp11.450 dengan potensi kenaikan lanjutan di area resistance Rp13.075 selama support di kisaran Rp8.850 mampu dipertahankan. Adapun indikator momentum stochastic bergerak menguat menuju area overbought dari zona netral, mengindikasikan adanya peluang penguatan lanjutan pada saham PGUN. (Yesaya Christofer / CEO Yes Invest)
*) Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.
Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
