Puluhan Tahun Mengaspal, Sopir Angkot Bogor Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Ratusan sopir angkot Bogor demo di Balai Kota. Mereka menolak penghapusan angkot di atas 20 tahun tanpa ganti rugi dan kejelasan nasib

HALLONEWS.COM – Ancaman kehilangan mata pencaharian, akibat kebijakan Pemkot Bogor, ratusan sopir angkutan kota (Angkot) melakukan aksi demo di Balaikota Bogor Jalan Kapten Muslihat Kamis (22/1/2026).
Sopir angkot yang puluhan tahun menggantungkan hidup dari angkot, merasa terancam kehilangan pekerjaan tanpa kejelasan kompensasi akibat program penghapusan angkot tua
Demo ratusan sopir angkutan kota (Angkot) berbagai rute di Balaikota Bogor, akibatkan Lalulintas seputar Jalan Juanda alami kepadatan.
Angkot berbaris panjang sepanjang sisi kiri jalan hingga halaman kantor Wali Kota Bogor. Melalui mobil komando, perwakilan menyampaikan orasi meminta kejelasan nasib mereka, jika program penghapusan angkot diatas 20 tahun dilakukan.
Aksi yang dimulai pukul 09.30 Wib Kamis (22/1/2026) pagi hingga pukul 12.00 Wib, para sopir angkot masih berorasi didalam balaikota, karena belum diterima Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.
Orator dari mobil komando menegaskan, pemilik angkot dan pemilik, tidak pernah menerima serupiah pun dari Walikota.
Yana (55), salah satu sopir 08A mengatakan, sejak dirinya berprofesi sebagai sopir angkot sejak tahun 1989, ia bisa menyekolahkan anaknya.
Menurut Yana, Pemkot Bogor melalui program penghapusan angkot yang berusia 20 tahun ini tanpa memperhatikan rasa keadilan.
“Angkot kami diambil tanpa ganti rugi. Sedangkan saat kami beli, pakai uang. Trayek juga kami beli. Lalu sekarang mau diambil tanpa kompensasi. Angkot saya ini kalau dijual, masih laku Rp8 juta,” kata Yana di Balaikota Kamis siang.
Para sopir angkot meminta Wali Kota, Dedie Rachim menemui mereka dan menjelaskan programnya, terkait penghapusan angkot. (opy)
