Kapolri Minta Direktorat PPO-PPA Perketat Pengawasan Jalur Ilegal Perdagangan Orang
Maraknya aksi perdagangan orang di dunia dengan modus paling banyak iming-imingi pekerjaan untuk korban. Namun, bukannya memberikan pekerjaan korban malah diperas atau bahkan mengalami pemaksaan hingga kekerasan.

HALLONEWS.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di 11 Polda dan 22 Polres.
Sigit meminta direktorat baru ini memberantas sindikat internasional yang melakukan perdagangan orang.
Sigit lalu menyoroti tentang maraknya aksi perdagangan orang di dunia yang modus paling banyaknya adalah iming-imingi pekerjaan untuk korban.
Namun, bukannya memberikan pekerjaan korban malah diperas atau bahkan mengalami pemaksaan hingga kekerasan.
“Mau tidak mau Direktorat PPA dan PPO walaupun dibentuk baru namun yang dihadapi sindikat internasional, sehingga saya harapkan rekan-rekan segera mempersiapkan diri untuk bisa mengejar, kemudian bisa mengetahui modus-modus mereka, bisa bermitra dengan seluruh stakeholder yang ada,” ucap Sigit di Bareskrim Polri, Rabu (21/1/2026).
Sigit mengapresiasi saat ini sudah banyak korban yang berani melapor. Hal ini dibuktikan dengan tren peningkatan pelaporan.
“Mungkin karena masyarakat yang mulai berani melapor, terima kasih juga penyelesaiannya sangat bagus atau naik 107,6% dibandingkan tahun 2021, dan mudah-mudahan dibentuknya direktorat tingkat polda dan satker di tingkat polres harapan kita gunung es bisa mencair,” ucapnya.
Mantan Kapolda Banten ini mengungkapkan berbagai macam modus operandi yg terjadi di 2025 untuk TPPO 403 kasus, tersangka ada 505 orang mulai dari PMI ilegal, PSK anak, PSK dewasa, ABK, pengantin pesanan.
“Rata-rata korbannya baik perempuan maupun laki-laki dijanjikan pekerjaan. Artinya ini adalah tantangan ke depan yang akan dihadapi rekan-rekan, oleh karena itu saya mohon rekan-rekan siapkan diri sebaik-baiknya, walaupun ini direktorat baru namun siap bekerja profesional,” ungkapnya.
Sigit mengatakan terkadang masalah perdagangan orang ini muncul karena korban mencari pekerjaan melalui jalur ilegal. Dia meminta Direktorat PPO-PPA mewaspadai hal ini.
“jalur-jalurnya kita sudah tahu, dari luar kawasan, masuk melalui Afghanistan, Bangladesh, dan Somalia menuju Asia Tenggara. Kemudian di Asia Tenggara dari Indonesia biasanya lewat melalui Malaysia, kadang Singapura, baru ke negara tujuan seperti Kamboja, Laos, beberapa juga ada yang ke Saudi,” ucapnya. (min)
