Awas! BMKG Sebut Bibit Siklon Picu Hujan Petir Hari Ini di Jabodetabek
Jabodetabek diprediksi diguyur hujan disertai petir. BMKG ungkap penyebab dan minta warga waspada cuaca ekstrem hingga Jumat.

HALLONEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, hujan dengan intensitas ringan berpotensi turun merata di seluruh wilayah DKI Jakarta, mulai dari Kepulauan Seribu hingga Jakarta Timur. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di kawasan penyangga ibu kota.
Di Jawa Barat, hujan ringan diprediksi mengguyur Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Kabupaten Bekasi, serta Kota Bekasi. Sementara itu, di wilayah Banten, hujan ringan diperkirakan turun di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
Adapun Kota Tangerang Selatan berpotensi mengalami hujan yang disertai kilat atau petir.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Jabodetabek.
Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga Jumat (23/1/2026).
“Situasi ini dipicu oleh kombinasi beberapa gangguan atmosfer yang mendukung pembentukan dan pertumbuhan awan hujan secara signifikan,” ujar BMKG dalam keterangannya dikutip Hallonews, Rabu (21/1/2026).
BMKG menjelaskan, faktor utama pemicu cuaca ekstrem tersebut antara lain keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S dan 97S, serta fenomena seruakan dingin (cold surge), yakni masuknya massa udara dingin dari Asia ke wilayah Indonesia.
Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin turut memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan.
Kondisi ini diperparah oleh tingkat kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan atmosfer serta ketidakstabilan udara yang memicu pembentukan awan Cumulonimbus, awan pembawa hujan lebat dan badai.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, dan gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem, serta rutin memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi. (dul)
