Paus Leo XIV Sampaikan Doa dan Belasungkawa atas Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Spanyol
Paus Leo XIV menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam atas kecelakaan kereta api di Spanyol selatan yang menewaskan sedikitnya 39 orang dan melukai puluhan penumpang.

HALLONEWS.COM-Paus Leo XIV menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam kepada para korban kecelakaan kereta api maut yang terjadi di wilayah selatan Spanyol pada Minggu, 18 Januari 2026. Tragedi tersebut menewaskan sedikitnya 39 orang dan melukai puluhan penumpang lainnya.
Dalam sebuah telegram resmi Vatikan yang dirilis pada Senin, 19 Januari 2026, Paus Leo XIV menyatakan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban serta simpati kepada mereka yang terdampak langsung oleh kecelakaan tersebut. Telegram itu ditulis dalam bahasa Spanyol dan ditandatangani oleh Kardinal Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin.
Paus Leo XIV mengungkapkan bahwa ia “sangat berduka” atas kabar kecelakaan tragis itu. Ia juga menyampaikan “ungkapan belasungkawa yang tulus, keprihatinan mendalam, serta harapan akan kesembuhan yang cepat bagi para korban luka.”
Selain itu, Paus mendorong tim penyelamat untuk terus memberikan pertolongan maksimal kepada para korban. Dalam pesannya, ia juga menyampaikan berkat apostolik melalui perantaraan Bunda Maria dari Pilar, sebagai tanda penghiburan, pengharapan, dan iman kepada Tuhan yang bangkit.
Kecelakaan kereta api tersebut terjadi pada Minggu malam di wilayah Adamuz, Spanyol selatan. Sejumlah gerbong kereta yang sedang melaju menuju ibu kota Madrid dilaporkan tergelincir ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah sebaliknya.
Menurut laporan, sekitar 400 penumpang dan staf berada di kedua rangkaian kereta saat kecelakaan terjadi. Otoritas Spanyol menyatakan bahwa jumlah korban jiwa masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring proses identifikasi dan penyelidikan lanjutan.
Layanan darurat setempat melaporkan telah memberikan perawatan kepada 122 orang, sementara 48 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memicu duka mendalam dari komunitas internasional, termasuk Vatikan. (ren)
