Masuknya Rahayu Saraswati Jadi Titik Balik TRIN: Dari Turnaround Kinerja hingga Ekspansi ke Logistik dan Data Center
Masuknya Rahayu Saraswati sebagai investor strategis dan Komisaris Utama menjadi titik balik PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Saham melonjak lebih dari 1.000% seiring turnaround kinerja, ekspansi ke logistik, data center, dan ultra luxury hospitality, serta prospek valuasi jangka panjang

HALLONEWS.COM – Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) menjadi salah satu fenomena paling mencolok di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2025.
Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, harga saham TRIN melonjak tajam lebih dari 1000%, mencerminkan perubahan besar yang tidak hanya bersifat sentimen, tetapi juga didorong oleh pergeseran fundamental dan masuknya investor strategis.
Salah satu katalis penting di balik lonjakan tersebut adalah masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, putri dari Hashim Djojohadikusumo, sebagai investor strategis sekaligus Komisaris Utama TRIN. Kehadiran Saraswati dinilai membawa dimensi baru bagi arah bisnis dan kredibilitas Perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, TRIN dan Rahayu Saraswati menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 2 Desember 2025.
Dalam perjanjian tersebut, Saraswati melalui PT Raksaka Satya Devya dan PT Rada Saraswati Surya melakukan pembelian saham TRIN dari dua pemegang saham utama, yakni PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III).
Pada tahap awal, Saraswati resmi menguasai 5% saham TRIN, dengan rincian:
PT Raksaka Satya Devya: 4% (182,05 juta saham)
PT Rada Saraswati Surya: 1% (45,51 juta saham)
Harga rata-rata pembelian saham tersebut berada di kisaran Rp200 per saham, jauh di bawah harga pasar saat ini. Perjanjian ini juga memberikan opsi lanjutan hingga total kepemilikan 20%, yang akan dilakukan secara bertahap dengan harga ditentukan saat transaksi.
Manajemen menegaskan bahwa struktur pengendalian tidak berubah, di mana KDI dan III tetap menjadi pengendali utama TRIN. Masuknya Saraswati diposisikan sebagai kemitraan strategis, bukan penggabungan grup usaha.
Strategi Baru
Seiring masuknya investor strategis, TRIN juga mengumumkan transformasi model bisnis. Tidak lagi semata mengandalkan penjualan residensial, Perseroan mulai mengarahkan portofolio ke sektor-sektor dengan pertumbuhan jangka panjang dan potensi pendapatan berulang (recurring income).
Tiga sektor utama yang menjadi fokus TRIN ke depan adalah:
Logistic Park, untuk menangkap pertumbuhan e-commerce dan rantai pasok nasional.
Data Center, sebagai respons terhadap percepatan transformasi digital dan kebutuhan infrastruktur digital.
Ultra Luxury Hospitality, termasuk proyek TanaMori Labuan Bajo, dengan potensi nilai pengembangan hingga Rp10 triliun.
Co-Founder & Group CEO TRINLAND, Ishak Chandra, menegaskan bahwa diversifikasi ini dirancang secara terukur dan berhati-hati, dengan tetap mengandalkan kekuatan inti Perseroan di pengembangan properti terintegrasi. Pengembangan tahap awal ditargetkan mulai berjalan pada kuartal I-2026.
Langkah strategis tersebut hadir bersamaan dengan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan. TRIN berhasil mencatatkan turnaround dari rugi menjadi laba dalam waktu relatif singkat.
Pada sembilan bulan pertama 2024, TRIN masih membukukan rugi bersih Rp62,4 miliar. Namun per September 2025, kondisi berbalik menjadi laba bersih Rp31,1 miliar.
Marketing sales juga mencapai Rp917,6 miliar, terutama ditopang oleh proyek Sequoia Hills Sentul dengan total Gross Development Value (GDV) sekitar Rp13,2 triliun.
Di pasar saham, cerita seperti ini dikenal sebagai turnaround story, yang sering kali mendorong penyesuaian valuasi secara agresif. Tidak mengherankan jika saham TRIN mencatatkan kenaikan lebih dari 1.000% dalam enam bulan terakhir, mencerminkan re-rating atas ekspektasi masa depan Perseroan.
Analisis Yes Invest
Lonjakan saham TRIN tidak semata-mata didorong oleh euforia pasar. Pergerakan harga saham ditopang oleh kombinasi tiga faktor utama, yakni turnaround fundamental dari rugi menjadi laba, masuknya investor strategis dengan nilai reputasi serta jaringan yang kuat, serta perubahan arah bisnis menuju sektor-sektor dengan potensi pendapatan berulang (recurring income).
Namun demikian, fase berikutnya akan sangat ditentukan oleh kualitas eksekusi. Ekspansi ke sektor logistik, data center, dan ultra luxury hospitality membutuhkan belanja modal yang signifikan, kapabilitas operasional baru, serta manajemen risiko yang disiplin.
Dalam tahap ini, pasar tidak lagi hanya menilai narasi dan rencana, melainkan akan fokus pada realisasi proyek, arus kas, serta keberlanjutan laba.
Dari sisi valuasi, saham TRIN saat ini diperdagangkan dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp7 triliun pada harga saham di kisaran Rp1.610 per lembar.
Angka ini menarik untuk dicermati jika dikaitkan dengan pipeline proyek jangka panjang Perseroan. TRIN memiliki proyek Sequoia Hills Sentul dengan Gross Development Value (GDV) sekitar Rp13,2 triliun, serta proyek ultra luxury hospitality TanaMori Labuan Bajo yang memiliki potensi nilai pengembangan hingga Rp10 triliun.
Di luar itu, masih terdapat rencana pengembangan di sektor logistik dan data center yang belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi pasar saat ini.
Dengan mempertimbangkan besarnya nilai proyek yang sedang berjalan dan direncanakan, valuasi saham TRIN pada level saat ini masih dapat dikategorikan relatif terdiskon, khususnya jika Perseroan mampu mengeksekusi proyek-proyek tersebut secara konsisten dan tepat waktu.
Meski demikian, investor tetap perlu bersikap selektif dan disiplin, mengingat kenaikan harga saham yang sudah sangat signifikan dalam waktu singkat membuat sensitivitas terhadap risiko eksekusi dan perubahan sentimen pasar menjadi lebih tinggi.
Secara keseluruhan, TRIN saat ini berada pada fase transisi penting dari emiten properti konvensional menuju platform properti dan infrastruktur bernilai tambah.
Keberlanjutan cerita pertumbuhan akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen mengonversi pipeline proyek menjadi pendapatan dan arus kas nyata, bukan sekadar potensi di atas kertas.
Menggunakan pendekatan analisis teknikal, saat ini TRIN masih bergerak sideways di area 1400-1800. Dengan volume yang mulai perdagangan yang terlihat mulai membaik sejak Oktober 2025, TRIN berpotensi menguat ke target resistance 2100-2200 selama mampu menembus 1600 dan bertahan di area tersebut.
Adapun indikator momentum stochastic masih menguat ke atas ke area overbought mengindikasikan bahwa ada peluang penguatan lanjutan dari saham ini. Di sisi lain, ringkasan broker dari awal Oktober 2025 sampai Januari 2026 menunjukkan adanya akumulasi besar pada saham ini.
Disclaimer on, analisis ini hanya outlook yang bisa berubah sewaktu-waktu baik karena kondisi internal maupun eksternal perusahaan. Bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. (Yesaya Christofer – CEO and Founder Yes Invest)
